Rabu, 18 Maret 2026

Kue Nastar, Sajian Lebaran Ternyata Berakar Dari Belanda

Faliruddin Lubis - Selasa, 17 Maret 2026 12:14 WIB
Kue Nastar, Sajian Lebaran Ternyata Berakar Dari Belanda
AStro
Kue nastar yang identik sebagai kue hidangan hari raya Idul Fitri.

POSMETRO MEDAN, Jakarta – Kue nastar menjadi salah satu sajian khas yang hampir selalu hadir dalam perayaan Lebaran di Indonesia. Kue kering ini dikenal luas karena isian selai nanas serta cita rasa manis, legit, dan gurih yang khas.

Selain nastar, masyarakat biasanya juga menyajikan beragam kue kering lain seperti kastengel dan putri salju dalam satu toples. Kehadiran nastar di tengah sajian Lebaran semakin menambah kehangatan suasana berkumpul bersama keluarga dan kerabat dekat.

Dilansir dari laman Indonesian Chef Association, meski sangat identik dengan tradisi Lebaran di Indonesia, nastar ternyata bukan berasal dari kuliner asli Nusantara. Kue ini memiliki akar sejarah dari Belanda yang dikenal sebagai negeri kincir angin di Eropa.

Baca Juga:

Nama nastar sendiri merupakan gabungan kata dari bahasa Belanda, yakni ananas yang berarti nanas serta taartjes yang berarti kue tart kecil. Istilah tersebut mencerminkan bentuk dan isi kue yang menyerupai tart berukuran mini dengan selai buah di dalamnya.

Resep nastar terinspirasi dari pie khas Belanda yang biasanya dibuat dalam loyang besar dengan berbagai isian buah. Pada awalnya, pie tersebut menggunakan bahan seperti blueberry, apel, dan stroberi yang umum ditemukan di Eropa.

Baca Juga:

Saat Belanda datang ke Nusantara, mereka mengalami kesulitan mendapatkan buah-buahan tersebut dengan tingkat kematangan serupa. Sebagai solusi, digunakanlah nanas yang lebih mudah ditemukan serta memiliki rasa manis, asam, dan segar mendekati buah asli.

Seiring waktu, nastar mengalami banyak perubahan di Indonesia, baik dari segi bentuk maupun komposisi adonan yang digunakan. Adonan berbahan dasar terigu, mentega, gula, dan telur dibentuk bulat atau sedikit oval dengan hiasan cengkeh di atasnya.

Pada masa awal kemunculannya, nastar hanya disajikan untuk kalangan bangsawan dalam acara penting dan perayaan besar tertentu. Kini, kue tersebut dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan juga hadir dalam perayaan lain seperti Imlek dengan makna simbolis keberuntungan.(RRI)

Tags
beritaTerkait
Pemko Medan Apresiasi Pembagian 2.000 Paket Sembako, Rico Waas Tekankan Pentingnya Solidaritas Sosial
Hutama Karya bersama Polda Sumsel Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Fungsional Tol Palembang-Betung
Lebaran 2026: Muhammadiyah Jumat 20 Maret, Pemerintah Sabtu 21 Maret
Yang Mau Mudik! Lihat Daftar Cuti Bersama ASN dan Pekerja Swasta
Ini Dia Tren Warna Baju Lebaran 2026, Butter Yellow hingga Mahogany
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Polres Langkat Siap Amankan Mudik Lebaran
komentar
beritaTerbaru