Menteri Lingkungan Hidup-PTPN IV PalmCo Luncurkan Gerakan Tanam 1,5 Juta Pohon
POSMETRO MEDAN, Pekanbaru Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat bersama sub Holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara
Inter-Nasional 6 menit lalu
Menjadi Kapolda Sumatera Utara bukanlah penugasan "biasa". Di pundak seorang Kapoldasu, bertumpu tanggung jawab menjaga salah satu provinsi paling dinamis di Indonesia. Wilayah yang besar dan luas, penduduk yang majemuk dengan karakter sosial yang lugas dan terbuka.
Demikian pula tingkat kriminalitas yang tinggi. Belum lagi denyut politik, ekonomi, hingga gesekan sosial yang setiap saat dapat berubah menjadi tantangan keamanan yang serius. Dalam konteks seperti itu, mampu menjalankan tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban saja, sesungguhnya sudah merupakan prestasi yang layak diapresiasi. Sampai ada semacam kesimpulan tidak resmi: berhasil di Sumut dipastikan akan berhasil di penugasan mana pun.
Karena itu, apa yang ditunjukkan Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, SIK, MH, selama memimpin Polda Sumut patut dicatat lebih dari sekadar keberhasilan administratif seorang pejabat kepolisian. Ia tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum. Ia juga membuktikan diri sebagai seorang pembangun.
Baca Juga:
Barangkali inilah yang membedakan kepemimpinan Whisnu dengan banyak pendekatan birokratis lain yang kerap berhenti pada rutinitas. Di tengah tugas-tugas kepolisian yang tidak pernah ringan, ia berani membawa semangat pembenahan. "Berbenah setiap hari, semakin baik setiap waktu."
Hasilnya dapat dilihat dengan nyata. Di bawah kepemimpinannya, Polda Sumut membangun 20 gedung baru dan merenovasi sembilan gedung lainnya. Pembenahan itu bukan hanya mempercantik bangunan tetapi juga memperbaiki wajah pelayanan publik: ruang SPKT yang lebih manusiawi, pelayanan Samsat yang lebih nyaman, hingga fasilitas SKCK yang lebih modern dan tertata. Ada kesadaran bahwa kepercayaan publik terhadap institusi negara sering kali lahir dari pengalaman sederhana masyarakat saat datang mencari pelayanan.
Baca Juga:
Namun yang membuat langkah Whisnu terasa lebih menarik adalah keberaniannya melampaui batas formal tugas kepolisian. Di area belakang Polda Sumut, hadir fasilitas olahraga yang dapat digunakan masyarakat: lapangan sepak bola, jogging track, gym outdoor, lapangan basket, voli, hingga badminton indoor. Ruang bagi pelaku UMKM pun disediakan. Di titik ini, Polda tidak lagi tampak sebagai institusi yang berjarak dan kaku, melainkan menjadi ruang publik yang hidup dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Inilah sebabnya, penyematan berbagai penghargaan nasional kepada Polda Sumut selama masa kepemimpinannya terasa relevan dan memiliki dasar yang kuat. Mulai dari penghargaan pengelolaan aset negara terbaik di lingkungan Polri, penghargaan kepemimpinan bidang law and crime prevention, hingga penghormatan atas kontribusi dalam program ketahanan pangan nasional. Penghargaan tentu bukan tujuan utama, tetapi menjadi penanda bahwa kerja yang dilakukan memang terlihat dan dirasakan.
Kita tentu memahami, tidak ada kepemimpinan yang sempurna. Sumatera Utara masih menyimpan banyak pekerjaan rumah di bidang keamanan dan ketertiban. Tantangan narkotika, kejahatan jalanan, konflik sosial, hingga problem klasik penegakan hukum tetap memerlukan perhatian serius. Namun di tengah kompleksitas itu, publik juga patut memberi apresiasi ketika melihat adanya ikhtiar tulus untuk membangun institusi menjadi lebih baik.
Pada akhirnya, sejarah kepemimpinan selain diingat dari seberapa banyak masalah yang berhasil diselesaikan, juga akan dicatat dari jejak apa yang ditinggalkan. Sejauh ini, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto tampaknya sedang meninggalkan jejak kuat sebagai sosok yang lebih dari sekadar Kapolda. Ia sedang membangun warisan tentang bagaimana institusi kepolisian dapat hadir lebih dekat, lebih humanis, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.
Karena itu, menyebutnya sebagai "Kapolda Pembangun" rasanya bukanlah sebuah apresiasi yang berlebihan. (Toga Nainggolan, Pemimpin Redaksi Posmetro Medan)
POSMETRO MEDAN, Pekanbaru Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat bersama sub Holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara
Inter-Nasional 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN,DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Muhammad Bobby Afif Nasution ,meluncurkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Me
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan tambahan kuota bagi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang d
Bisnis 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara mendapat sorotan serius dari Ombudsman RI. Lembag
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Setelah menyelesaikan rangkaian cinema visit di sejumlah kota di Pulau Jawa, film Istimewa kini melanjutkan perjalana
Medan 3 jam lalu
Proyek Perkuatan anak sungai Aek Badiri Tapteng Senilai Rp29,03 miliar Milik Dinas SDA Sumut Disorot.
Sumut 6 jam lalu
Bawa Pengalaman Kompetisi Global, Fathurrachman Assalim Pimpin Sesi Coaching Vokal PMCI.
Sumut 6 jam lalu
Bupati Samosir Sambut Pergantian Kajari Samosir, Apresiasi Pengabdian Satria Irawan dan Sambut Akwan Annas.
Sumut 7 jam lalu
Polres Karo mengintensifkan patroli malam untuk mengantisipasi 3C dan gangguan kamtibmas lainnya.
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Binjai Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai kembali berhasil mengungkap jaringannya sekaligus menangkap 3 (tiga) orang
Kriminal 9 jam lalu