Kapolrestabes Medan Bicara Bela Negara dan Narkoba di Hadapan Mahasiswa Al Wasliyah
Di Hadapan Mahasiswa Al Wasliyah, Kapolrestabes Medan Bicara Bela Negara dan Narkoba.
Medan 45 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Sebanyak 52 persen siswa disebut tidak menyukai rasa dan kualitas makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan peneliti anak didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Chief of Research and Policy (CISDI).
Survei dilakukan pada 2.241 responden, namun hanya 1.624 data responden yang memenuhi kriteria untuk kemudian dilakukan analisis. Teknik pengambilan sampel dalam survei suara anak ini adalah convenience sampling yang mana responden dipilih berdasarkan ketersediaan dan kemudahan akses ke responden.
52 persen tidak suka rasa dan kualitas MBG
Formulir survei online disebar mulai 11 Juli hingga 1 Agustus 2025 responden survei yang masuk tersebar secara tidak proporsional di 12 provinsi dengan dominasi pada responden yang berasal dari Jawa Barat.
Metode yang digunakan adalah mix method kajian suara anak Child Led Research (CLR), pendekatan kualitatif yang dipimpin oleh peneliti anak, survei ini juga mengadopsi pendekatan kuantitatif deskriptif.
Ada 34 peserta Forum Group Discussion (FDG) anak pada studi CLR, terdiri dari 31 peserta anak, dan tiga peserta dewasa yang berasal dari empat lokus yakni Kota Palu, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Landak, Kabupaten Jayapura.
Pemaparan survei ini disampaikan oleh anak-anak peneliti, namun KPAI sengaja tidak mengungkap nama mereka.
"Itu yang paling banyak (tidak disukai) adalah rasa dan kualitas makanan sekitar 52 persen," kata anak," kata Peneliti Anak melalui siaran Zoom, Rabu (12/11/2025).
Jadwal pengantaran makanan yang sering telat Selain itu temuan survei ini juga menunjukkan rasa dan kualitas menjadi alasan terbanyak siswa tidak menyukai MBG dan disusul oleh jawaban menu makanan dan jadwal pengantaran makanan yang sering telat.
Jika dilihat dari sebaran jawaban berdasarkan wilayah, rasa dan kualitas makanan dominan dipilih tidak disukai ada di wilayah Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, NTB, dan NTT.
Sementara di wilayah lain seperti Aceh, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah, jadwal makanan justru merupakan jawaban yang paling banyak dipilih sebagai alasan tidak menyukai MBG.
"Setelah itu ada menu makanan sekitar 33,5 persen, jadwal makanan sekitar 22,1 persen, lain-lainnya sekitar 17,8 persen, cara penyajian makanan sekitar 13,5 persen, dan tidak ada sekitar 6,4 persen," jelas Peneliti Anak.
(wan/kompas)
Di Hadapan Mahasiswa Al Wasliyah, Kapolrestabes Medan Bicara Bela Negara dan Narkoba.
Medan 45 menit lalu
Pimpinan Sinode GKPS Bergerak Cepat Mengamankan Aset Legal Gereja.
Sumut 52 menit lalu
POSMETRO MEDANSIMALUNGUNPEMATANGSIANTAR Bagi Darma Putra Rangkuti, S.Hut., M.Si., reses bukan sebatas pertemuan, menyerap aspirasi, lal
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN Di hari Jumat Berkah DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menerima bantuan sosial berupa se
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 18 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 19 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 22 jam lalu