Jumat, 27 Februari 2026

BD Sabu Tanjung Kupiah Udin “Parabola” Diduga Kembali Beraksi Bangun Dunia Hitam Edarkan Garam Cina

Evi Tanjung - Jumat, 27 Februari 2026 04:49 WIB
BD Sabu Tanjung Kupiah Udin “Parabola” Diduga Kembali Beraksi Bangun Dunia Hitam Edarkan Garam Cina
Ist

POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu - Dunia hitam peredaran narkotika di wilayah Tanjung Sarang Elang Panai Hulu kembali memanas. Sosok yang lama disebut-sebut sebagai bandar sabu di Tanjung Kupiah, Udin alias "Parabola", diduga kembali beraksi mengedarkan barang haram jenis sabu yang di lapangan kerap disebut "garam cina".

Warga mengaku geram. Setelah sempat meredup, aktivitas jaringan Udin Parabola disebut-sebut kembali hidup. Pergerakan mencurigakan di sekitar Tanjung Kupiah mulai tampak, dengan keluar-masuk orang tak dikenal yang diduga kuat menjadi kurir maupun pembeli barang haram tersebut.

"Sudah lama disebut-sebut, tapi seperti kebal hukum. Sekarang malah diduga aktif lagi. Kami resah, anak-anak muda jadi korban," ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Tanjung Sarang Elang Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Kamis, (26/2/2026).

Baca Juga:

Ironisnya, meski nama Udin Parabola kerap mencuat dalam obrolan warga terkait peredaran sabu, hingga kini belum terdengar langkah tegas penindakan. Kondisi ini memunculkan kecurigaan publik: apakah bandar-bandar sabu di Tanjung Kupiah benar -benar tak tersentuh hukum?

Warga menilai peredaran narkoba di wilayah ini bukan lagi isu kecil. Jaringan sabu diduga terus bergerak rapi, memanfaatkan celah lemahnya pengawasan. Dampaknya nyata, keresahan sosial meningkat, generasi muda terancam, dan citra kampung tercoreng oleh aktivitas kriminal terorganisir.

Baca Juga:

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polsek Panai Tengah di bawah jajaran Polres Labuhanbatu, agar tidak tutup mata. Operasi penindakan diminta dilakukan secara serius, terukur, dan menyentuh aktor-aktor besar—bukan hanya menangkap pemakai kecil di lapangan.

"Kalau memang serius perang melawan narkoba, buktikan. Jangan sampai bandar besar malah bebas bernapas lega," tegas tokoh masyarakat setempat.

Dikutip dari berita POSMETROMEDAN, Jumat, (13/2/2026) lalu. "Sudah Diborgol Masih Nekad Kabur"

Kapolsek Panai Tengah, AKP Amlan, S.H, M.H, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi Minggu, (8/2/2/2026) sekira pukul 18.00 wib.

"Setelah memperoleh dan mengamankan barang bukti, maka SARJONO Alias JONO dan GITOK dilakukan pemborgolan dengan cara digandeng kedua tangan pelaku, dan ketika akan dibawa ke Mobil tiba-tiba SARJONO Als JONO dan GITOK berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan pengejaran, dan terhadap SARJONO Als JONO berhasil ditangkap sedangkan GITOK berhasil melarikan diri (borgol dlm kondisi terputus) dan personel tetap melakukan pengejaran terhadap GITOK namun sampai dengan saat ini belum berhasil ditemukan.

Tags
beritaTerkait
Sebanyak 11 Orang Tersangka Narkoba Diringkus Selama Bulan Suci Ramadhan 2026
Kombes Jean Calvijn Dinginkan Massa, Pimpin Doa Bersama di Tengah Demo Daging Babi
Kapolres Labuhanbatu Terima Penghargaan dari Kapoldasu atas Respons Cepat Layanan 110
Tegaskan Percepatan Pembangunan dan Menjaga Kekondusifan
Modus Minta Sedekah Untuk Fakir Miskin, Pria Ini Nekat Maling Ponsel
Redam Gejolak! Kapolrestabes Medan Turun Tangan, Pendemo Daging Babi Pulang dengan Suka Cita
komentar
beritaTerbaru