Rabu, 25 Februari 2026
Resensi Buku

RE Nainggolan — The Untold Stories: Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian

Jafar Sidik - Rabu, 25 Februari 2026 16:10 WIB
RE Nainggolan — The Untold Stories: Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian
Penulis buku The Untold Stories: Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian, Toga Panjaitan bersama Sang Birokrat RE Nainggolan.(ist)

Oleh: Jafar Sidik

Baca Juga:

POSMETRO MEDAN- Buku biografi tokoh masyarakat sekaligus sosok birokrat terkemuka Sumatera Utara, Dr R.E. Nainggolan, MM, The Untold Stories: Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian, merupakan sebuah karya biografi yang tidak sekadar mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh birokrat senior, melainkan juga menegaskan bagaimana nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan pengabdian dapat menjadi fondasi moral yang relevan bagi generasi masa kini.

Disusun secara runtut dengan penuturan yang mengalir sangat "smooth", narasi buku ini meliputi lima babak kehidupan RE Nainggolan, dari masa kecil yang penuh dinamika, perjalanan pendidikan, hingga puncak kariernya sebagai birokrat yang mencapai jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara.

Baca Juga:

Perjalanan karier RE Nainggolan, guratan jejak kedisiplinan, loyalitas, keteguhan prinsip, serta keteladanan dalam layanan publik, terekam secara gamblang pada halaman demi halaman yang tersaji.

Pembaca seperti dibawa berkelana kembali ke masa lalu, melihat bagaimana Rustam, seorang pegawai muda yang baru lulus dari APDN Medan, bekerja sebagai staf biasa di kantor Camat Pahae Jae, Tapanuli Utara. Apapun tugas yang dipercayakan atasan, termasuk membuat amplop dari kertas sisa, atau bahkan menjadi kurir mengantar surat, semua dilakoni dengan kesungguhan.

Kariernya kemudian menanjak bahkan melesat. Dia dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Tapanuli Utara di usia yang sangat muda, kemudian menjadi Sekwilda Kabupaten Dairi, sebelum kembali ke Tapanuli Utara menjadi Bupati.

Salah satu kekuatan utama buku ini adalah penggambaran yang mengalir mulus sehingga kita seolah menyaksikan dari dekat alur kehidupannya yang penuh warna dan dinamika. Membaca kehidupan RE Nainggolan tidak hanya sebagai kisah pribadi, tetapi sebagai refleksi atas nilai-nilai fundamental dalam birokrasi dan pelayanan publik.

Lewat serangkaian kisah dan sesekali anekdot yang menggelitik, pembaca diajak memahami bahwa jabatan pemerintahan bukan sekadar posisi kekuasaan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan integritas, komitmen, dan pengabdian tanpa pamrih.

Selain itu, buku ini memuat berbagai hal yang jarang terungkap dalam kisah biografis tokoh pemerintahan pada umumnya. Misalnya, bagaimana RE Nainggolan menolak tawaran menjadi komisaris suatu perusahaan besar, yang menunjukkan sikap tegasnya bahwa peran publik berbeda esensinya dari keuntungan pribadi. Juga digambarkan dengan gamblang, mengapa dia menolak melanjutkan periode menjadi Bupati Tapanuli Utara, di tengah dukungan yang begitu solid, atau apa yang sesungguhnya terjadi di tengah dinamika luar biasa Pilgubsu 2013.

Aspek lain yang juga mendapat sorotan adalah integrasi nilai-nilai moral dan spiritual dalam pola kepemimpinannya; tokoh ini digambarkan berpegang kuat pada keyakinan, tanpa menyampingkan tantangan sosial-politik yang dihadapinya sepanjang karier. Kesadaran akan dimensi kemanusiaan dalam birokrasi ini menjadi salah satu benang merah yang memperkaya pengalaman membaca.

Dari sisi gaya bertutur, penulis menunjukkan ketajaman naratif dan ketelitian riset, sehingga buku ini terasa sebagai dokumen sejarah kehidupan tokoh yang layak menjadi teladan, bukan hanya bagi pembaca umum tetapi terutama bagi generasi ASN, akademisi, mahasiswa, dan siapa pun yang berkecimpung dalam dunia pelayanan publik. Pilihan diksi yang lugas namun penuh makna membuat buku ini mudah dicerna sekaligus menginspirasi.

Penulis buku ini, Toga Nainggolan, seorang jurnalis senior memang sudah dikenal sebagai penyusun biografi tokoh-tokoh, khususnya di Sumatera Utara. Sebelumnya, dia sudah menulis biografi pengusaha dan tokoh filantropi terkemuka, H. Anif, juga biografi Syamsul Arifin dan A. Fatoni. Keduanya pernah menjadi menjabat Gubernur Sumatera Utara.

Dengan demikian, RE Nainggolan, The Untold Stories bukan sekadar biografi, melainkan sebuah karya yang mengedukasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai kepemimpinan sejati. Nilai-nilai tersebut bukan hanya relevan untuk memahami sosok RE Nainggolan, tetapi juga penting dijadikan rujukan reflektif bagi mereka yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), pemimpin organisasi, mahasiswa, maupun pembentuk kebijakan publik.

Harus Berdampak

Seperti dikatakan oleh Dekan FISIP UMSU, Dr Arifin Saleh Siregar saat menjadi pembicara dalam acara bedah buku, biografi ini harus berdampak, dan untuk itu sangat perlu dibaca banyak pihak, khususnya para ASN, karena memberikan pelajaran praktis tentang kepemimpinan berbasis pengabdian, integritas, disiplin, dan keteladanan moral, aspek yang kerap kali menjadi tantangan besar dalam birokrasi modern. Karya ini layak menjadi bagian penting dari literatur kepemimpinan publik Indonesia kontemporer.

"Ini seperti serangkaian pelatihan kepemimpinan yang dipadatkan dalam sebuah buku, dituliskan dengan sangat baik oleh penulis yang sudah menjadi jaminan mutu," kata Arifin yang juga punya latar belakang jurnalistik itu.

Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Musnahkan 161 Kg Sabu dan 435 Kg Ganja
Benarkah Uang BD Narkoba Kabanjahe Mengalir Ke Polres Karo ?
Selalu Mengutamakan Orang Lain, juga Ada Batasnya
BOP RA dan BOS Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran 2026
Antisipasi Banjir, Lurah Sudirejo 1, Petugas P3SU, Kepala Lingkungan, dan Babinsa, Bersihkan Parit di Jalan Sempurna
MTsN 1 Palas SPanen Sawi Hijau Hasil Program Ekoteologi
komentar
beritaTerbaru