"Itu di luar wilayah kami. Biarlah ditangani institusi terkait. Kami hanya mendengar dari media bahwa ada ojol dan masyarakat lainnya yang menjadi korban," katanya.
Acara yang diinisiasi langsung oleh Kodam I Bukit Barisan itu berlangsung sederhana. Puluhan pengemudi ojol berbaris rapi, sementara prajurit TNI menyerahkan satu per satu paket beras dengan senyum ramah, tanpa panggung besar dan tanpa sekat.
Baca Juga:
Bagi para ojol, beras yang mereka terima mungkin hanya cukup untuk beberapa hari. Namun, makna yang lebih dalam adalah rasa diakui, didengar, dan dipeluk di tengah duka.
Tragedi yang menimpa mereka mencerminkan rapuhnya rakyat kecil di pusaran konflik jalanan, yang sejatinya hanya sedang mencari nafkah.
Baca Juga:
Malam itu, melalui uluran tangan Kolonel Radhi Rusin, TNI berusaha menorehkan catatan kemanusiaan: tentara sejati bukan hanya penjaga perbatasan, tetapi juga penjaga nurani rakyat. (erni)
Tags
beritaTerkait
komentar