"Itu diperbolehkan. Selama memenuhi syarat dan kriteria, siapa pun bisa ikut. Tidak menutup kemungkinan nanti jabatan-jabatan di Pemko Medan juga diisi oleh orang-orang dari luar daerah. Yang penting kompeten," kata Erfin.
Pernyataannya menegaskan bahwa Pemko Medan saat ini sedang melakukan pembenahan serius dalam penempatan pejabat. Profesionalisme, kata Erfin, menjadi standar utama.
Baca Juga:
Isu lain yang tak luput dari perhatian adalah penetapan dua kepala dinas di jajaran Pemko Medan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri. Erfin menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di tahun anggaran 2024 ia belum menjabat sebagai Inspektur.
"Kejadian itu sebelum saya masuk, Bang. Tapi walaupun begitu, kami tetap bekerja sama dengan pihak Kejari. Mereka meminta kami menghitung kerugian negara yang timbul dari kegiatan tersebut," jelasnya.
Baca Juga:
"Kita bekerja sesuai prosedur, dan setiap proses pengawasan dilakukan dengan hati-hati dan terukur," ujarnya.
Salah satu hal yang paling ditekankan oleh Wali Kota Medan kepada Erfin sejak dilantik adalah komitmen untuk memperkuat integritas aparatur pemerintah.
"Pak Wali selalu bilang ke saya: ayo bantu saya bersih-bersih di Pemko Medan. Beliau sangat serius. Ini bukan sekadar jargon. Kita ingin birokrasi Pemko Medan lebih transparan, lebih disiplin, dan lebih akuntabel," tutur Erfin.
Ia menyebutkan bahwa tantangan terbesar dalam melakukan pembenahan bukan hanya pada struktur organisasi, tetapi juga pada pola pikir. Menurutnya, perubahan birokrasi harus dimulai dari komitmen moral setiap ASN.
"Kalau pola pikirnya tidak berubah, sebaik apa pun sistem yang kita bangun tetap saja tidak akan berjalan. Jadi pembenahan ini menyentuh semua lini," katanya.
Di akhir perbincangan, Erfin mengaku hari itu cukup padat. Ia harus mendampingi Wali Kota dalam kunjungan ke beberapa titik di Kota Medan. Meski demikian, ia tetap meluangkan waktu untuk menyambut wartawan.
Tags
beritaTerkait
komentar