Rumah Zakat Dukung Kemandirian Ekonomi 8 Pedagang Sekolah melalui Bantuan Modal Usaha
POSMETRO MEDAN, Batubara Rumah Zakat menyalurkan bantuan kewirausahaan berupa modal usaha kepada delapan pedagang jajanan sekolah di Desa S
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan -- Gelombang banjir yang melanda akhir 27-30 November 2025 jadi salah satu yang terparah dalam sejarah kota Medan. Tidak hanya volume air yang luar biasa besar, namun juga korban hingga kerusakan di sepanjang sungai yang menjadi jalur utama aliran banjir.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan mengungkapkan, tiga sungai utama, Sungai Belawan, Sungai Bedera, dan Sungai Deli menjadi titik paling kritis dalam peristiwa banjir kali ini.
Air ketiga Sungai yang membentang di antara ribuan rumah warga ini meluap. DAS tak mampu menahan luapan, sehingga merembes hebat ke pemukiman hingga ke jalan raya.
"Ini terparah, itu terparah banjir meluapkan Sungai Belawan, Sungai Bedera, Sungai Deli. Alirannya ke situ (Bedera) semua. Bedera dari arah Kodam Helvetia sampai Terjun Marelan memang parah," ujarnya.
Lanjut Gibson, data dari Balai Wilayah Sungai (BWS) mencatat, curah hujan pada 27–29 November 2025 mencapai 150 mm, padahal normalnya hanya sekitar 70 mm. Kondisi itu diperparah dengan berlangsung selama lebih tiga hari.
"Curah hujannya sangat tinggi, dua kali lipat dari normal dan terjadi berhari-hari. Dari arah gunung juga kiriman air besar. Luapannya bertemu di hilir, sehingga seluruh bantaran sungai ikut terdampak," ungkapnya.
DAS Pecah, 6–7 Titik Rusak Berat
Sejumlah DAS diketahui pecah, menyebabkan luapan semakin tak terkendali. SDABMBK dan BWS kini tengah menangani 6 hingga 7 titik kerusakan yang berada di jalur paling sering kena luapan, yaitu Sungai Deli dan Sungai Percut.
Di kawasan Terjun Marelan dan Bedera, kondisi bahkan mencapai tahap mengkhawatirkan. Kawasan ini menjadi hilir beberapa sungai, sehingga warga Terjun Marelan terdampak parah
"DAS Bedera ada yang tergerus, sudah hampir jebol di beberapa titik. Kami sudah turun melihat langsung. Begitu air surut, langsung ditangani bersama BWS," kata Gibson.
Di tengah skala banjir yang begitu besar, floodway yang melewati Sei Batang Hari-Belawan, Setia Budi, hingga pusat kota disebut berperan besar mengurangi dampak banjir di inti Medan.
Dua hari, inti kota Medan perlahan surut lebih cepat dibanding Marelan, Labuhan Belawan yang banjir hingga empat hari.
"Floodway sangat membantu. Kalau tidak, pusat kota bisa ikut tenggelam," ungkapnya.
Daerah-daerah ini menerima hantaman paling keras:
- Terjun Marelan: air seleher orang dewasa, luapan Sungai Bedera dan kiriman dari hulu.
- Helvetia – Kodam: jalur kuat aliran Bedera, luapan besar tiba dalam hitungan jam.
- Belawan: rumah-rumah terendam, air naik cepat karena kombinasi hujan ekstrem dan kiriman dari gunung.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menyampaikan berdasarkan informasi yang didapat dari PT PLN, pemadaman listrik yang terjadi selama banjir dikarenakan terdapat 5 Gardu induk yang terendam banjir.
"PLN melaporkan bahwa lima gardu induk tergenang banjir, menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Kota Medan terutama di Medan Utara. Namun seiring surutnya air, proses pemulihan sedang berlangsung dan listrik akan menyala secara bertahap," jelasnya.
Tragedi banjir kali ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga jejak emosional bagi warga yang terisolasi, kehilangan harta benda, hingga berhari-hari tanpa listrik dan komunikasi. Pemko Medan dan BWS menjanjikan langkah darurat serta perbaikan permanen, namun warga berharap satu hal: jangan ada lagi banjir separah ini terulang di masa depan.
85,5 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Medan
Data dihimpun dari Pemerintah Kota Medan, hingga Sabtu (29/11/2025) mencatat 85.591 jiwa terdampak banjir. Mereka terpaksa mengungsi ke 305 lokasi shelter dari total 514 titik banjir yang tersebar di penjuru kota.
Rumah ibadah, kantor kecamatan hingga kelurahan, sekolah, puskesmas menjadi tempat penampungan darurat bagi puluhan ribu warga.
"Mulai tanggal 26 malam hingga 27 dan 28, 29 kita mengalami kondisi cuaca ekstrem yang memicu banjir menyeluruh di Kota Medan dan berdampak cukup banyak kepada masyarakat," ujar Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengeluarkan instruksi tegas soal sampah pasca banjir. Camat hingga Kepala Lingkungan dievaluasi karena lambat bekerja
"Tak boleh ada tumpukan sampah di jalan-jalan protokol maupun di tengah kota. Titik," tegasnya.
Instruksi itu disampaikan Rico usai memimpin apel besar pembersihan pascabanjir di Jalan Pertempuran, Pulo Brayan Kota. Kecamatan Medan Barat menjadi sorotan karena menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir parah pada 27-29 November lalu.
Banjir itu menyisakan lumpur tebal, sampah rumah tangga, hingga tumpukan perabot warga yang rusak di badan jalan.
"Sampah menggunung ini masih kita lihat hingga hari ini. Itu tidak boleh dibiarkan! Kota jadi kotor dan mengundang penyakit," tegas Rico dengan nada tinggi.
Di hadapan camat, lurah, kepala lingkungan, dan seluruh jajaran terkait, Rico memerintahkan agar pembersihan dilakukan menyeluruh dari gang ke gang, dari jalan ke jalan, tanpa ada yang tertinggal.
"Warga sudah kembali ke aktivitas normal. Tugas kita memastikan lingkungan mereka benar-benar bersih. Hari ini kita deadline-kan. Bersihkan semuanya," tegasnya.
Tak hanya aparatur kecamatan dan kelurahan, Dinas SDABMBK mengerahkan tambahan personel lengkap dengan alat berat untuk mempercepat pengangkatan sampah.
Petugas dari Kecamatan Medan Perjuangan juga diturunkan membantu sebagai bentuk solidaritas lintas wilayah.
(wan/bbs)
POSMETRO MEDAN, Batubara Rumah Zakat menyalurkan bantuan kewirausahaan berupa modal usaha kepada delapan pedagang jajanan sekolah di Desa S
Sumut satu jam lalu
Mobil PLN Hantam Tiang Listrik di Jalan Suprapto, Bagian Depan Hancur.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan. Dua siswa MAN 1 Medan, Rafa Ruzain Ahmad dan Nazla Shakira Siregar, mendapat kesempatan untuk mengikuti Program Pertu
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Prestasi membanggakan kembali diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan di tingkat nasional melalui inovasi di b
Inter-Nasional 4 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Kasus pencurian disertai kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Kabanjahe, Aspri
Peristiwa 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPC GRIB) Jaya Kota Medan menerima bantuan logistik berupa beras dar
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menggelar Job Fair 2026 dengan melibatkan 30 perusahaan, sebagai up
Sumut 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Sandra D
Sumut 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Warga Dusun XVIII Persil, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menyambut penuh s
Sumut 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Aliansi Masyarakat dan Kontraktor Kabupaten Langkat bersama Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi N
Peristiwa 17 jam lalu