Kamis, 15 Oktober 2026
Peduli Kesehatan di Tengah Kepungan Kabut Asap

Yayasan Pelita Kita Bersama dan Dinkes Taput Turun ke Jalan Bagikan 6.000 Masker Gratis kepada Masyarakat

Evi Tanjung - Kamis, 15 Oktober 2026 21:34 WIB
Yayasan Pelita Kita Bersama dan Dinkes Taput Turun ke Jalan Bagikan 6.000 Masker Gratis kepada Masyarakat
Hendra
Pemberian masker pada masyarakat oleh Yayasan pelita kita bersama

POSMETRO MEDAN, Taput - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Di tengah ancaman kabut asap yang semakin mengkhawatirkan dan berpotensi mengganggu kualitas udara, Yayasan Pelita Kita Bersama (PKB) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, membagikan sebanyak 6.000 masker gratis kepada masyarakat.

Kegiatan sosial dan kemanusiaan tersebut dilaksanakan, Kamis (15/10/2026), dengan menyasar para pengemudi, pengendara, serta pengguna jalan yang beraktivitas di sejumlah titik strategis di Kota Tarutung.

Dua lokasi yang menjadi pusat pembagian masker yakni Simpang Empat Kota Tarutung dan Simpang Empat Hutabarat. Di kedua lokasi tersebut, para relawan turun langsung ke jalan untuk membagikan masker kepada masyarakat yang melintas, sekaligus membantu memasangkan masker sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan warga.

Baca Juga:

Aksi ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan perlindungan masyarakat, khususnya mereka yang setiap hari harus beraktivitas di luar ruangan dan berisiko terpapar partikel asap di udara.

Di tengah kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian serius, pembagian ribuan masker tersebut juga menjadi pesan penting bahwa kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:

Ketua Yayasan PKB: Ini Bentuk Kepedulian Bersama terhadap Kesehatan Masyarakat

Ketua Yayasan Pelita Kita Bersama, Jhonson Edy Simanjorang, menyampaikan bahwa pembagian 6.000 masker tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam menyikapi kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian bersama karena masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan berpotensi mengalami paparan asap, terutama ketika kualitas udara memburuk.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama dalam menyikapi sebaran kabut asap kiriman yang semakin tebal dan menyesakkan dada," kata Jhonson.

Ia menegaskan, upaya pembagian masker diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus membangun kesadaran bahwa kesehberada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Analisis Stasiun Klimatologi Sumatera Utara juga mencatat konsentrasi PM2,5 mencapai 191,5 mikrogram per meter kubik pada 13 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB. Angka tersebut dilaporkan masuk kategori sangat tidak sehat.

Data tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kabut asap semakin pekat dan kondisi udara berpotensi mengganggu kesehatan.

Partikel PM2,5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi udara dapat memicu iritasi dan memperburuk gangguan pernapasan, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung.

Masyarakat Diimbau Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan

Dalam menghadapi kondisi kabut asap, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menghindari olahraga berat di area yang terpapar asap, serta menggunakan masker yang sesuai ketika harus bepergian.

Masyarakat juga disarankan menjaga ventilasi dan kondisi udara di dalam ruangan, memperhatikan informasi kualitas udara dari sumber resmi, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala berat lainnya.

Penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan, tetapi efektivitasnya bergantung pada jenis, kualitas, dan kesesuaian masker. Karena itu, pembagian masker perlu disertai edukasi mengenai cara penggunaan yang benar dan langkah pencegahan lainnya.

Kolaborasi Sosial untuk Melindungi Warga Tapanuli Utara

Kolaborasi antara Yayasan Pelita Kita Bersama dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara melalui pembagian 6.000 masker gratis menunjukkan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menghadapi persoalan yang menyangkut kesehatan masyarakat.

Kehadiran para relawan di persimpangan jalan menjadi bentuk pelayanan langsung kepada warga, terutama pengendara yang tidak dapat menghindari aktivitas di luar ruangan dalam kesehariannya.

Lebih dari sekadar membagikan masker, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara, serta memperkuat semangat gotong royong ketika masyarakat menghadapi kondisi lingkungan yang kurang baik.

Yayasan Pelita Kita Bersama bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara berharap langkah tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mengingatkan semua pihak agar tidak mengabaikan dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Di tengah ancaman kabut asap, kepedulian menjadi langkah awal untuk melindungi sesama. Sebanyak 6.000 masker yang dibagikan bukan sekadar bantuan, melainkan wujud nyata perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat Tapanuli Utara. (Hendra christian Siregar)

Tags
beritaTerkait
Yayasan Gugus Depan Deli Serdang 926 Tandai HUT ke-15 dengan Pembangunan Gedung
Gedung Baru SMP Kavri Diresmikan, Bupati Dorong Pengembangan SMA
Bupati Mulai Program Berbenah Kampung, Yayasan Buddha Tzu Chi Bantu 300 Rumah
Rumah Zakat Salurkan Al-Qur’an Braille untuk Tuna Netra
Bupati Deli Serdang Supraise Janji Masukkan ke APBD
Alumni MAS Tahfizhul Qur'an Yayasan Islamic Centre Sumut Raih Beasiswa BIB Kemenag
komentar
beritaTerbaru