"Tak pernah ada dalam benak saya, anak yang saya rawat sejak kecil meninggal dunia di negeri orang," ucap Lanniari.
Menurutnya, sebelum pergi, Aliya hanya berpamitan untuk mengikuti wawancara kerja di sebuah bank swasta di Medan. Ia sama sekali tak menyangka, putrinya justru nekat berangkat ke luar negeri tanpa izin keluarga.
Baca Juga:
"Pertama kali pergi, anak saya minta izin untuk ujian (interview) di bank bersama kawan-kawan sekolahnya. Hari pertama dia pulang, tapi besoknya dia pergi pagi-pagi tanpa pamit. Siangnya saya telepon, dia bilang sudah ada di Thailand. Saya pingsan mendengar itu," kata Lanniari.
Aliya kemudian diketahui pindah ke Kamboja pada akhir Juli. Ia tinggal di rumah seorang kenalan keluarga, warga negara Inggris bernama CT. Namun, komunikasi dengan putrinya kian sulit.
Baca Juga:
"Nomor saya diblokir, kontak CT juga tidak bisa. Sampai akhirnya CT menelepon, bilang anak saya sakit karena overdosis obat. Beberapa hari kemudian, kabar kematiannya datang. Dunia saya runtuh," ucap Lanniari sambil menangis.
(dam/bbs)
Tags
beritaTerkait
komentar