Polres Sibolga Sosialisasi Aktivasi Portal Perlinsos Digital Bagi Personel
Polres Sibolga Sosialisasi Aktivasi Portal Perlinsos Digital Bagi Personel
Sumut 53 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -Sejak Sabtu pekan lalu, langit Sumatera Utara seolah berlatih kembali seperti tahun sebelumnya, menumpahkan isi perutnya tanpa jeda. Hujan yang turun berlapis-lapis hingga Rabu malam,( 26/11/ 2025), mengubah banyak daerah menjadi ladang air dan bongkah tanah basah yang meluncur dari perbukitan. Sungai-sungai yang selama ini jinak berubah galak, merayap ke pemukiman warga dan memutus jalan antarwilayah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, menggambarkan situasi itu dengan suara menahan lelah.
"Hingga malam ini, tujuh kabupaten dan kota terdampak banjir serta longsor. Empat warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapteng, ditemukan meninggal tertimbun material longsor," ujarnya pada Selasa malam yang dingin oleh hujan.
Tapteng-Tapsel, Dua Kabupaten yang Paling Luka
Di Tapanuli Tengah (Tapteng), air bah datang tiba-tiba. Kecamatan Tukka yang biasanya tenang berubah menjadi lorong pelarian. Ratusan warga terpaksa mengungsi setelah banjir bandang melumat rumah-rumah mereka yang sudah tak aman.
Dari Tapanuli Selatan (Tapsel), kabar tak kalah muram datang. Banjir bandang juga menyapu Huta Godang, Batangtoru. Namun Tapsel tak sepenuhnya selamat. Jalan penghubung vital menuju Kabupaten Mandailing Natal di Desa Rianite, Angkola Sangkunur, terputus dihantam longsor.
Tanah yang jenuh air sejak empat hari itu tak mampu lagi menahan bebannya dan runtuh menutup akses warga.
Taput, Sungai Meluap, Rumah Mengapung Ketakutan
Di Tapanuli Utara, tepatnya di Desa Sitolubahal dan Robean, Kecamatan Purbatua, banjir merendam sekitar 60 rumah setelah Sungai Aek Mahassan meluap. Dua titik longsor di Robean menimpa dua rumah. Satu keluarga mengalami luka-luka.
Ajun Komisaris Hitler Hutagalung, Kepala Polsek Pahae Jae, memastikan para korban telah dievakuasi ke rumah warga terdekat. Mereka menunggu rujukan ke Puskesmas Janjiangkola untuk perawatan medis. "Yang penting sekarang keselamatan dahulu," katanya singkat.
Mandailing Natal: Delapan Kecamatan Terendam
Banjir juga menerjang Mandailing Natal, daerah yang bertetangga dengan Sumatera Barat. Hujan yang menghajar sejak Sabtu membuat delapan kecamatan basah seluruhnya. "Di Panyabungan Selatan juga ada tanah longsor, tapi belum ada korban jiwa," tutur Mukhsin Nasution, Kepala BPBD setempat.
Nias, Gunungsitoli, dan Sibolga: Tanah Bergerak, Air Mencari Jalan
Di Nias Selatan, tanah yang gembur membuat akses antar kabupaten tersendat, terutama di Kecamatan Hilimegai. Satu rumah rusak berat di Kecamatan Fanayama, sementara ruas jalan di Onolalu tertimbun longsor. Tidak ada korban jiwa.
Kota Gunungsitoli juga bangun lebih pagi dari biasanya sekitar pukul 01.00 dinihari, dua titik longsor menutup jalan sepanjang 25 meter dan merusak rumah warga. Material tebal menutup Jalan Nias Tengah Kilometer 12 di Desa Hiligodu Ombolata, Gunungsitoli Selatan, serta Dusun II Desa Samasi, Gunungsitoli Idanoi.
Sementara itu di Kota Sibolga, empat kecamatan Sibolga Kota, Sibolga Sambas, Sibolga Selatan, dan Sibolga Utara direndam air setinggi 30–50 sentimeter. Warga memilih bertahan atau menyingkir sementara, menunggu air surut.
Korban Jiwa: Baru Di Tapteng
BPBD Sumut mencatat, sejauh ini hanya korban jiwa di Desa Mardame, Sitahuis, Tapteng yang telah terkonfirmasi. Daerah lain masih pada tahap penanganan, pemetaan kerusakan, dan evakuasi warga.
Korban meninggal yakni Dewi Hutabarat, ibu rumah tangga, berserta tiga anaknya yaitu Tio Arta Rouli Lumbantobing, Vania Aurora Lumbantobing,dan Ilona Lumbantobing. Diperkirakan longsor terjadi pada dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah Tapteng." Dari laporan BPBD Tapteng, ke empat korban ditemukan tertimbun longsor di dalam rumah sekitar pukul 07.00 WIB tadi." ujar Tuahta.
Di tengah kepungan air, beberapa warga terlihat mengungsi ke masjid atau balai warga, seperti pemandangan serupa yang pernah terjadi di Kecamatan Medan Labuhan pada tahun-tahun sebelumnya. Aroma tanah basah, deru air, dan kecemasan terselip menjadi satu dalam malam-malam panjang Sumatera Utara yang belum kering.(erni)
Polres Sibolga Sosialisasi Aktivasi Portal Perlinsos Digital Bagi Personel
Sumut 53 menit lalu
Kapolsek Tigapanah Sosialisasikan Pencegahan Karhutla kepada Warga Desa Tongging.
Sumut 2 jam lalu
Sapa Hangat Rico Waas dan Warga Beringin, Momen Sederhana Penuh Makna.
Medan 2 jam lalu
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menemui Wakil menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus,
Sumut 2 jam lalu
Simpan Setengah Kilogram Ganja di Ember Cat, Pria Asal Madina Ditangkap Satresnarkoba Polres Tapteng.
Sumut 3 jam lalu
Polda Sumut Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Sita 244 Kg Sabu
Sumut 3 jam lalu
Wali Kota Wesly Silalahi Sambut Silaturahmi Kapolres Pematangsiantar, Bahas Peningkatan Toleransi dan Perkuat Kolaborasi.
Sumut 4 jam lalu
Pria Ini Jual Hasil Curian Cuma Rp200 Ribu Padahal Barangnya AC dan Televisi.
Medan 5 jam lalu
Bakti Masyarakat, Ketua Kwarcab Samosir Kerahkan Ratusan Anggota Pramuka Bersihkan Danau Toba.
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN Persoalan publikasi jurnal internasional masih menjadi salah satu kendala dosen di Sumatera Utara dalam mengajukan kenaikan
Sumut 7 jam lalu