Menurut sumber aparat, pesan ancaman yang diterima pilot mengandung muatan ideologis dan bernada teroristik, termasuk klaim penggunaan bom pipa dan IED (Improvised Explosive Device).
Ancaman menyebut tokoh-tokoh dari India seperti Ajmal Kasab dan Savukku Shankar, serta mengaitkan motif dengan isu politik luar negeri. Target juga disebut mencakup Bandara Soekarno-Hatta dengan teknologi pemicu RFID dan EFP (Explosively Formed Projectile).
Baca Juga:
Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Medan, Asri Santosa, S.T., M.T., menegaskan bahwa sejak diaktifkannya Emergency Operations Center (EOC), semua prosedur dijalankan sesuai standar internasional dan di bawah kendali penuh tim gabungan.
"Seluruh penumpang dievakuasi tanpa membawa barang, dan pesawat langsung dipindahkan ke lokasi aman untuk pemeriksaan menyeluruh oleh tim Jihandak Polri dan TNI. Hingga kini belum ditemukan indikasi bahan peledak, namun kami tetap waspada," ujarnya.
Baca Juga:
Hingga laporan ini diturunkan, proses investigasi masih berlangsung. Polda Sumut dan instansi terkait akan terus memantau dan memberikan perkembangan terbaru, sembari memastikan seluruh jemaah dapat melanjutkan perjalanan secara aman dan nyaman.(Jaf/Red)
Tags
beritaTerkait
komentar