
"Bangsa ini kuat karena perbedaan. Dan perbedaan itu hanya bisa dirawat jika Pancasila tetap menjadi cahaya penerang," ujarnya tegas, disambut tepuk tangan panjang warga yang hadir.
Baca Juga:
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebangsaan masih hidup di hati rakyat, meski dunia digital sering kali membelokkan arah kesadaran.
Melalui dialog dan pendekatan yang menyentuh, Bapemperda DPRD Sumut di bawah kepemimpinan Darma Putra Rangkuti berupaya mengembalikan kesadaran kolektif bahwa cinta tanah air dimulai dari tindakan kecil, menghargai perbedaan, membantu sesama, dan menjaga kejujuran.
Baca Juga:
Sore menjelang, matahari perlahan tenggelam di ufuk Simalungun. Namun semangat di tenda kecil itu belum padam. Pancasila seolah menyala kembali di dada warga, bukan lewat jargon politik, melainkan lewat sentuhan hati seorang wakil rakyat yang memahami bahwa membangun bangsa dimulai dari hati rakyat yang sederhana. (Erni)
Tags
beritaTerkait
komentar