Rabu, 11 Februari 2026

Musda Golkar Sumut Bergejolak! MKGR Putar Haluan Dukung ke Andar Amin Harahap

Faliruddin Lubis - Minggu, 01 Februari 2026 19:34 WIB
Musda Golkar Sumut Bergejolak! MKGR Putar Haluan Dukung ke Andar Amin Harahap
Erni
Suasana di dalam Musda Golkar.

POSMETRO MEDAN,Medan- Di lobi megah JW Marriott Hotel, Jalan Putri Hijau, langkah para kader Partai Golkar Sumatera Utara terdengar lebih pelan dari biasanya, seolah setiap tapak menyimpan hitung-hitungan politik.

Sejak registrasi Sabtu, 31 Januari 2026, Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut ke-XI digelar selama tiga hari, menjadi panggung penentuan nahkoda partai untuk periode mendatang.

Musda kali ini dipimpin Ahmad Doli Kurnia Tanjung, tokoh nasional Golkar yang dikenal berlatar kuat dalam dunia organisasi.

Baca Juga:

Kehadirannya memberi bobot tersendiri pada forum yang mempertemukan para pemilik suara, pengurus, serta tokoh-tokoh Golkar dari berbagai penjuru Sumatera Utara.

Di ruang sidang itulah arah partai dirumuskan. Dua nama resmi maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut: Andar Amin Harahap dan Hendriyanto Sitorus. Kontestasi berjalan dalam suasana formal khas musyawarah partai, penuh pidato, lobi, dan pembacaan tata tertib yang ketat.

Baca Juga:

MKGR Menentukan Sikap

Di tengah dinamika itu, salah satu organisasi pendiri Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Sumut, menegaskan sikap politiknya.

"MKGR pada Musda kali ini jelas mendukung Andar Amin Harahap," ujar Darma Putra Rangkuti, Ketua MKGR Sumut, sekaligus Ketua BAPEMPERDA DPRD Sumut, saat ditemui di area hotel, Minggu, 1 Februari 2026.

Bagi Golkar, sikap MKGR bukan sekadar dukungan administratif. Ia adalah sinyal historis. MKGR adalah bagian dari rahim yang melahirkan Golkar, sehingga setiap langkahnya kerap dibaca sebagai suara akar tradisi organisasi.

Dalam sambutannya, Darma juga menyampaikan harapan agar Musda berjalan baik meski dinamika tak terhindarkan.

"Ketua MKGR Provinsi Sumut mengucapkan selamat dan semoga Musda kali ini berjalan lancar meski ada sedikit bising-bising," katanya, setengah berseloroh, setengah menyiratkan realitas politik yang memang tak pernah benar-benar sunyi.

Kandidat yang Gugur di Tengah Jalan

Awalnya, kontestasi sempat disebut akan diikuti lebih dari dua figur. Abdul Rahman, yang akrab disapa Dedek Ray, sempat menyatakan niat maju.

Namun menurut penjelasan panitia dan pengurus, ia tidak menyerahkan formulir pencalonan, sehingga langkahnya terhenti sebelum benar-benar masuk gelanggang. Dengan demikian, arena resmi Musda menyisakan dua poros utama: Andar dan Hendriyanto.

Riak di Luar Ruang Sidang

Namun Musda bukan hanya cerita di dalam ruang rapat. Minggu, 1 Februari 2026, suasana sempat terusik ketika sekelompok massa mengenakan kaos Golkar Medan melakukan pelemparan batu dan mercon ke arah area hotel. Insiden itu mengejutkan sebagian peserta dan tamu hotel.

Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah sidang membahas tata tertib Musda. Seusai pembahasan, panitia meminta undangan yang bukan peserta untuk keluar dari ruang rapat. Situasi itu memicu ketegangan, disertai protes dari sejumlah pihak hingga suasana memanas.

Aparat kepolisian yang sejak awal melakukan pengamanan Musda segera turun tangan. Petugas mengendalikan situasi, sementara satu orang yang disebut mengenakan atribut organisasi sayap partai turut diamankan oleh petugas keamanan internal.

Meski sempat menimbulkan kegaduhan di luar forum, jalannya persidangan Musda di dalam ruangan tetap berlanjut di bawah pengawalan ketat.

Musda Golkar Sumut ke-IV ini pada akhirnya bukan hanya soal siapa menang dan siapa kalah. Ia adalah cermin bagaimana partai besar mengelola perbedaan di antara kadernya.

Di dalam ruang sidang, bahasa yang dipakai adalah tata tertib dan mekanisme. Di luar, emosi kadang lebih dulu berbicara.

Di bawah cahaya lampu kristal hotel berbintang itu, sejarah kecil sedang ditulis, siapa yang akan memimpin Golkar Sumatera Utara ke depan, dan bagaimana partai ini merawat soliditas setelah semua suara dihitung.

Seperti kata Darma Putra Rangkuti, ada "sedikit bising-bising". Namun dalam politik, kadang justru dari riak itulah lahir keseimbangan baru.(erni)

Tags
beritaTerkait
Absennya Bobby Nasution di Pembukaan Musda Golkar Sumut Picu Tanda Tanya Internal Partai
Andar Amin Harahap Nahkoda Baru Golkar Sumut 2025–2030
Ketua Panitia Zulchairi Pahlawan: Pastikan Situasi Dalam Ruang Sidang Tenang dan Berjalan Sesuai Jadwal
Sempat Memanas, Musda XI Golkar Sumut di JW Marriott Medan Kini Kondusif
Situasi di Depan Hotel JW Marriott Medan Mulai Kondusif Pasca-Kericuhan di Musda Golkar Sumut
Musda Golkar Sumut Ribut, Puluhan Orang Bawa Petasan Hingga Kayu Saling Kejar
komentar
beritaTerbaru