Sejoli Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Takut Ketahuan Orangtua Saat Mudik Lebaran
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 53 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan- Di lobi megah JW Marriott Hotel, Jalan Putri Hijau, langkah para kader Partai Golkar Sumatera Utara terdengar lebih pelan dari biasanya, seolah setiap tapak menyimpan hitung-hitungan politik.
Sejak registrasi Sabtu, 31 Januari 2026, Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut ke-XI digelar selama tiga hari, menjadi panggung penentuan nahkoda partai untuk periode mendatang.
Musda kali ini dipimpin Ahmad Doli Kurnia Tanjung, tokoh nasional Golkar yang dikenal berlatar kuat dalam dunia organisasi.
Baca Juga:
Kehadirannya memberi bobot tersendiri pada forum yang mempertemukan para pemilik suara, pengurus, serta tokoh-tokoh Golkar dari berbagai penjuru Sumatera Utara.
Di ruang sidang itulah arah partai dirumuskan. Dua nama resmi maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut: Andar Amin Harahap dan Hendriyanto Sitorus. Kontestasi berjalan dalam suasana formal khas musyawarah partai, penuh pidato, lobi, dan pembacaan tata tertib yang ketat.
Baca Juga:
MKGR Menentukan Sikap
Di tengah dinamika itu, salah satu organisasi pendiri Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Sumut, menegaskan sikap politiknya.
"MKGR pada Musda kali ini jelas mendukung Andar Amin Harahap," ujar Darma Putra Rangkuti, Ketua MKGR Sumut, sekaligus Ketua BAPEMPERDA DPRD Sumut, saat ditemui di area hotel, Minggu, 1 Februari 2026.
Bagi Golkar, sikap MKGR bukan sekadar dukungan administratif. Ia adalah sinyal historis. MKGR adalah bagian dari rahim yang melahirkan Golkar, sehingga setiap langkahnya kerap dibaca sebagai suara akar tradisi organisasi.
Dalam sambutannya, Darma juga menyampaikan harapan agar Musda berjalan baik meski dinamika tak terhindarkan.
"Ketua MKGR Provinsi Sumut mengucapkan selamat dan semoga Musda kali ini berjalan lancar meski ada sedikit bising-bising," katanya, setengah berseloroh, setengah menyiratkan realitas politik yang memang tak pernah benar-benar sunyi.
Kandidat yang Gugur di Tengah Jalan
Awalnya, kontestasi sempat disebut akan diikuti lebih dari dua figur. Abdul Rahman, yang akrab disapa Dedek Ray, sempat menyatakan niat maju.
Namun menurut penjelasan panitia dan pengurus, ia tidak menyerahkan formulir pencalonan, sehingga langkahnya terhenti sebelum benar-benar masuk gelanggang. Dengan demikian, arena resmi Musda menyisakan dua poros utama: Andar dan Hendriyanto.
Riak di Luar Ruang Sidang
Namun Musda bukan hanya cerita di dalam ruang rapat. Minggu, 1 Februari 2026, suasana sempat terusik ketika sekelompok massa mengenakan kaos Golkar Medan melakukan pelemparan batu dan mercon ke arah area hotel. Insiden itu mengejutkan sebagian peserta dan tamu hotel.
Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah sidang membahas tata tertib Musda. Seusai pembahasan, panitia meminta undangan yang bukan peserta untuk keluar dari ruang rapat. Situasi itu memicu ketegangan, disertai protes dari sejumlah pihak hingga suasana memanas.
Aparat kepolisian yang sejak awal melakukan pengamanan Musda segera turun tangan. Petugas mengendalikan situasi, sementara satu orang yang disebut mengenakan atribut organisasi sayap partai turut diamankan oleh petugas keamanan internal.
Meski sempat menimbulkan kegaduhan di luar forum, jalannya persidangan Musda di dalam ruangan tetap berlanjut di bawah pengawalan ketat.
Musda Golkar Sumut ke-IV ini pada akhirnya bukan hanya soal siapa menang dan siapa kalah. Ia adalah cermin bagaimana partai besar mengelola perbedaan di antara kadernya.
Di dalam ruang sidang, bahasa yang dipakai adalah tata tertib dan mekanisme. Di luar, emosi kadang lebih dulu berbicara.
Di bawah cahaya lampu kristal hotel berbintang itu, sejarah kecil sedang ditulis, siapa yang akan memimpin Golkar Sumatera Utara ke depan, dan bagaimana partai ini merawat soliditas setelah semua suara dihitung.
Seperti kata Darma Putra Rangkuti, ada "sedikit bising-bising". Namun dalam politik, kadang justru dari riak itulah lahir keseimbangan baru.(erni)
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 53 menit lalu
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah.
Peristiwa 2 jam lalu
Pegawai IndomaretAlfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China.
Global 3 jam lalu
Pastikan Kondisi Aman dan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Kamar WBP
Inter-Nasional 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 5 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Binjai Dengan tema yang menyentuh hati, Satu kata satu rasa sangat berarti untuk kita yang terpisah bersatu kembali empat
Sumut 9 jam lalu