Abaikan Standar K3, Pembongkaran Reklame oleh Satpol PP Medan Menuai Kecaman Keras
Abaikan Standar K3, Pembongkaran Reklame oleh Satpol PP Medan Menuai Kecaman Keras.
Medan 7 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan- Di lobi megah JW Marriott Hotel, Jalan Putri Hijau, langkah para kader Partai Golkar Sumatera Utara terdengar lebih pelan dari biasanya, seolah setiap tapak menyimpan hitung-hitungan politik.
Sejak registrasi Sabtu, 31 Januari 2026, Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut ke-XI digelar selama tiga hari, menjadi panggung penentuan nahkoda partai untuk periode mendatang.
Musda kali ini dipimpin Ahmad Doli Kurnia Tanjung, tokoh nasional Golkar yang dikenal berlatar kuat dalam dunia organisasi.
Baca Juga:
Kehadirannya memberi bobot tersendiri pada forum yang mempertemukan para pemilik suara, pengurus, serta tokoh-tokoh Golkar dari berbagai penjuru Sumatera Utara.
Di ruang sidang itulah arah partai dirumuskan. Dua nama resmi maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut: Andar Amin Harahap dan Hendriyanto Sitorus. Kontestasi berjalan dalam suasana formal khas musyawarah partai, penuh pidato, lobi, dan pembacaan tata tertib yang ketat.
Baca Juga:
MKGR Menentukan Sikap
Di tengah dinamika itu, salah satu organisasi pendiri Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Sumut, menegaskan sikap politiknya.
"MKGR pada Musda kali ini jelas mendukung Andar Amin Harahap," ujar Darma Putra Rangkuti, Ketua MKGR Sumut, sekaligus Ketua BAPEMPERDA DPRD Sumut, saat ditemui di area hotel, Minggu, 1 Februari 2026.
Bagi Golkar, sikap MKGR bukan sekadar dukungan administratif. Ia adalah sinyal historis. MKGR adalah bagian dari rahim yang melahirkan Golkar, sehingga setiap langkahnya kerap dibaca sebagai suara akar tradisi organisasi.
Dalam sambutannya, Darma juga menyampaikan harapan agar Musda berjalan baik meski dinamika tak terhindarkan.
"Ketua MKGR Provinsi Sumut mengucapkan selamat dan semoga Musda kali ini berjalan lancar meski ada sedikit bising-bising," katanya, setengah berseloroh, setengah menyiratkan realitas politik yang memang tak pernah benar-benar sunyi.
Kandidat yang Gugur di Tengah Jalan
Awalnya, kontestasi sempat disebut akan diikuti lebih dari dua figur. Abdul Rahman, yang akrab disapa Dedek Ray, sempat menyatakan niat maju.
Namun menurut penjelasan panitia dan pengurus, ia tidak menyerahkan formulir pencalonan, sehingga langkahnya terhenti sebelum benar-benar masuk gelanggang. Dengan demikian, arena resmi Musda menyisakan dua poros utama: Andar dan Hendriyanto.
Riak di Luar Ruang Sidang
Namun Musda bukan hanya cerita di dalam ruang rapat. Minggu, 1 Februari 2026, suasana sempat terusik ketika sekelompok massa mengenakan kaos Golkar Medan melakukan pelemparan batu dan mercon ke arah area hotel. Insiden itu mengejutkan sebagian peserta dan tamu hotel.
Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah sidang membahas tata tertib Musda. Seusai pembahasan, panitia meminta undangan yang bukan peserta untuk keluar dari ruang rapat. Situasi itu memicu ketegangan, disertai protes dari sejumlah pihak hingga suasana memanas.
Aparat kepolisian yang sejak awal melakukan pengamanan Musda segera turun tangan. Petugas mengendalikan situasi, sementara satu orang yang disebut mengenakan atribut organisasi sayap partai turut diamankan oleh petugas keamanan internal.
Meski sempat menimbulkan kegaduhan di luar forum, jalannya persidangan Musda di dalam ruangan tetap berlanjut di bawah pengawalan ketat.
Musda Golkar Sumut ke-IV ini pada akhirnya bukan hanya soal siapa menang dan siapa kalah. Ia adalah cermin bagaimana partai besar mengelola perbedaan di antara kadernya.
Di dalam ruang sidang, bahasa yang dipakai adalah tata tertib dan mekanisme. Di luar, emosi kadang lebih dulu berbicara.
Di bawah cahaya lampu kristal hotel berbintang itu, sejarah kecil sedang ditulis, siapa yang akan memimpin Golkar Sumatera Utara ke depan, dan bagaimana partai ini merawat soliditas setelah semua suara dihitung.
Seperti kata Darma Putra Rangkuti, ada "sedikit bising-bising". Namun dalam politik, kadang justru dari riak itulah lahir keseimbangan baru.(erni)
Abaikan Standar K3, Pembongkaran Reklame oleh Satpol PP Medan Menuai Kecaman Keras.
Medan 7 menit lalu
Biawak terjepit di sok breker dan roda depan sepeda motor yang ditunggangi emakemak.
Peristiwa 37 menit lalu
POSMETROMEDAN, Galang Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, tidak semua masyarakat berada dalam kondisi yang sama. Masih banyak
Sumut 52 menit lalu
Dua Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Sumatera Utara resmi dicopot dari jabatannya setelah sempat diperiksa oleh Kejaksaan Agung.
Peristiwa 53 menit lalu
Kelurahan Sukamaju Raih Juara Umum MTQ ke59 Kecamatan Medan Johor.
Medan satu jam lalu
Kelurahan Pulo Brayan Darat II Rebut Kembali Juara Umum MTQ ke59 Kecamatan Medan Timur.
Medan satu jam lalu
Sebuah pesawat milik PT Smart Air Aviation menjadi sasaran penembakan di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026)
Inter-Nasional satu jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Warga Jalan Bilal Komplek Prima No B9, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Selasa (10/2/2026) pag
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Bapenda Sumut (Badan Pendapatan Daerah Sumatera Utara) tahun 2025 membukukan pendapatan sebesar Rp5.062.093.148.068.
Sumut 2 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Di sebuah desa bernama Gunung Baringin atau Mosa, Kecamatan Angkola Selatan, suara warga tidak terdengar lantang sepe
Politik 2 jam lalu