Minggu, 15 Februari 2026

Ketika Seremoni Usai, Kerja Politik Dimulai

Evi Tanjung - Sabtu, 14 Februari 2026 22:53 WIB
Ketika Seremoni Usai, Kerja Politik Dimulai
Ist
Pengukuhan DPW PKB Sumut 2026 - 2031

POSMETROMEDAN, Medan -

Di sebuah ballroom hotel di Kota Medan, Jumat malam, 13 Februari 2026, bendera partai berdiri tegak.

Para kader duduk rapi, kamera berkilat, dan panggung politik kembali memainkan ritusnya yang paling akrab, pengukuhan. Namun bagi Zeira Salim Ritonga, momen itu bukan perayaan. Ia adalah garis start.

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sumatera Utara periode 2026-2031 resmi dikukuhkan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziah.

Dalam struktur baru itu, Ashari Tambunan dipercaya sebagai Ketua DPW, sementara Zeira Salim Ritonga mengemban amanah sebagai Sekretaris.

Bagi masyarakat luas, pengukuhan kerap dibaca sebagai seremoni. Bagi Zeira, justru sebaliknya.

"Pengukuhan itu bukan sekadar seremoni," ujarnya.

"Itu adalah bentuk legalitas awal kepengurusan DPW PKB Sumut 2026 sampai 2031 untuk menjalankan visi dan misi partai,"tambahnya.

Politik yang Tidak Berhenti pada Menang

Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap partai politik, Zeira memilih menempatkan politik pada makna yang lebih sunyi namun mendasar.

Menurutnya, kemenangan elektoral bukan tujuan akhir.

"Berpolitik tidak hanya sekadar menang," katanya.

"Tapi berpolitik harus mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat dan bangsa Indonesia,"kata dia.

Pernyataan itu bukan slogan panggung. Ia mencerminkan arah kerja yang ingin dibangun PKB Sumatera Utara, partai yang tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi hidup dalam denyut persoalan masyarakat dari desa hingga kota, dari soal ekonomi hingga keadilan sosial.

Legalitas sebagai Awal Tanggung Jawab

Pengukuhan memberi kepastian hukum dan struktur.

Namun bagi Zeira, legalitas justru menandai dimulainya beban moral dan politik.

Tanpa kerja, struktur hanyalah nama. Tanpa keberpihakan, organisasi hanyalah alamat.

Sebagai Sekretaris DPW, Zeira berada di pusat konsolidasi, memastikan mesin partai bergerak, menjaga organisasi, dan menghubungkan gagasan dengan kerja nyata hingga ke tingkat akarnya.

Ketika ditanya apa yang terlintas di benaknya setelah acara pengukuhan usai saat jawabannya singkat, nyaris tanpa ornamen,

"Kerja-kerja partai sudah harus dimulai."

Dari Panggung ke Lapangan

Kalimat itu menjadi semacam pengakuan sunyi. Bahwa politik tidak diuji di ballroom, melainkan di lapangan. Di titik inilah PKB Sumatera Utara dihadapkan pada pekerjaan sesungguhnya, menjangkau masyarakat bawah, memperjuangkan aspirasi, dan menghadirkan solusi nyata.

Bagi Zeira, jabatan bukan ruang untuk menikmati posisi, melainkan pengingat bahwa kepercayaan rakyat adalah amanah yang harus dibayar dengan kerja.

Penutup

Pengukuhan telah selesai. Struktur telah lengkap. Namun sejarah partai dan kepercayaan publik tidak ditentukan oleh susunan nama, melainkan oleh keberanian untuk bekerja sejak hari pertama.

Dalam politik yang bermartabat, kemenangan sejati bukanlah sorak-sorai seremoni, melainkan ketika rakyat merasa diperjuangkan.

Dan bagi Zeira Salim Ritonga, jawabannya sederhana namun menuntut,

kerja sudah harus dimulai.(erni)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru