Senin, 24 Agustus 2026

Melihat dari Dekat Sosok Anne Ratna Mustika, Siapa Dia...

P. Silalahi - Senin, 06 Juli 2026 03:03 WIB
Melihat dari Dekat Sosok Anne Ratna Mustika, Siapa Dia...
Facebook @nasrul kota psu
Anne Ratna Mustika.

POSMETRO MEDAN- Sosok Anne Ratna Mustika, atau yang akrab disapa publik dengan panggilan hangat Ambu Anne, sukses mengukir tinta emas sebagai bupati perempuan pertama dalam sejarah berdirinya Kabupaten Purwakarta.

Memimpin untuk masa bakti 2018–2023 bersama Wakil Bupati H. Aming, kehadiran Ambu Anne membawa warna baru di dunia birokrasi: ramah, penuh empati, namun tetap taktis dan tegas dalam mengeksekusi kebijakan daerah.

Lahir di Desa Gudang, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur pada 28 Januari 1982, jiwa kepemimpinan dalam diri Anne Ratna Mustika bukanlah sebuah kebetulan. Darah pengabdian itu mengalir dari kedua orang tuanya.

Baca Juga:

Ayahnya, Usep Supriadi, merupakan seorang Kepala Desa yang dikenal dekat dengan warga, sementara ibunya, Dedeh Sumiati, adalah sosok yang aktif dalam menggerakkan emansipasi perempuan di desa mereka.

Anne, dalam sebuah postingan anonim Facebook @nasrul kota psu yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Minggu 5 Juli 2026 menyebut, dirinya menghabiskan masa sekolahnya dari SD hingga bangku SMA di tanah kelahirannya di Cianjur.

Baca Juga:

Setelah lulus pada tahun 2000, takdir membawanya melangkah ke Kabupaten Purwakarta—daerah yang di kemudian hari ia pimpin dan ukir sejarahnya.

Tidak lama menetap di Purwakarta, kecerdasan, wawasan luas, dan pembawaannya yang anggun mengantarkan Anne terpilih menjadi juara dalam ajang Mojang Kabupaten Purwakarta tahun 2001.

Prestasi tersebut membuatnya dipercaya menjadi duta daerah untuk mewakili Purwakarta dalam ajang yang lebih tinggi, yaitu Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2001.

Meski disibukkan dengan berbagai kegiatan sosial dan mendampingi jalannya roda organisasi, Ambu Anne tetap memprioritaskan pendidikan tinggi. Pada tahun 2016, ia sukses menyelesaikan studi akademisnya dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) WIKARA Purwakarta.

Turun ke gelanggang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purwakarta, popularitas Ambu Anne yang mengakar di hati masyarakat kelas bawah serta visi misinya yang pro-rakyat menjadi modal utama.

Keberhasilannya memenangi kursi nomor satu di Purwakarta disambut antusias sebagai simbol kebangkitan pemimpin perempuan di Jawa Barat.

Selama lima tahun memimpin, Ambu Anne berhasil menorehkan berbagai terobosan, antara lain:

- Penguatan Pelayanan Publik:

Menghadirkan pelayanan birokrasi yang lebih responsif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

- Pembangunan Karakter:

Menjaga marwah Purwakarta sebagai kota budaya dengan melanjutkan serta menguatkan fondasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Sunda.

-Ekonomi dan Wisata:

Menggenjot promosi sektor pariwisata daerah dan mendukung industri UMKM kreatif agar mampu bersaing secara nasional.

Bagi warga Purwakarta, nama Ambu Anne bukan sekadar nama pejabat di atas kertas, melainkan sosok "ibu" pelindung daerah yang keibuan namun berpendirian kokoh.

Jejak rekamnya membuktikan perempuan memiliki kapasitas yang setara dalam menakhodai kemajuan sebuah daerah.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Bupati Taput Menginap di Rumah Warga, Senam Bersama Lansia di Garoga Jae
Bupati Tapanuli Utara Hadiri Penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS 2026
Bupati Samosir Sambut Pergantian Kajari, Apresiasi Pengabdian Satria Irawan dan Selamat Datang Akwan Annas
Sambut Kepala BNNK Baru, Lom Lom Dorong Perkuat Pemberantasan Narkoba
Sempat Vakum Puluhan Tahun, Wabup Dorong Adhi Tiruvilla Maha Puja Terus Hidup
Batak United  Juara PKN Sumut Cup I 2026
komentar
beritaTerbaru