Senin, 06 Juli 2026

Tragedi 12 Jam di Jalur 'Trauma' Medan-Berastagi, Saatnya Menagih Janji Tol

P. Silalahi - Senin, 06 Juli 2026 17:02 WIB
Tragedi 12 Jam di Jalur 'Trauma' Medan-Berastagi, Saatnya Menagih Janji Tol
Facebook @boy sembiring
Jalur 'Trauma' Medan-Berastagi yang rawan macet.

POSMETRO MEDAN- Akhir pekan di awal Juli 2026 seharusnya menjadi lembaran memori indah bagi ribuan anak sekolah yang sedang menikmati masa liburan.

Namun, bagi mereka yang terjebak di jalur wisata Medan-Berastagi, liburan kali ini justru berubah menjadi sebuah drama penyiksaan fisik dan mental yang menyedihkan.

Sepanjang bulan Juni hingga Juli 2026, kemacetan total terjadi secara berulang dan beruntun. Puncaknya pada akhir pekan, 4–5 Juli 2026, kemacetan berada pada titik paling ekstrem.

Baca Juga:

Jarak yang hanya membentang sepanjang 60 kilometer harus ditempuh dalam waktu 10 hingga 12 jam.

Sebuah catatan waktu yang tidak masuk akal untuk sebuah urat nadi ekonomi utama Indonesia Barat.

Baca Juga:

Liburan yang Menyedihkan dan Tiket Pesawat yang Hangus

Jalur ini bukan sekadar macet; ia lumpuh total. Ribuan kendaraan mengular tanpa kepastian di tengah jalan yang sempit, terjal, dan dikepung tebing rawan longsor.

Jeritan tangis anak-anak yang kelelahan di dalam mobil berpadu dengan keputusasaan para orang tua.

Dampak dari kelumpuhan total ini sangat masif.

Banyak warga dan wisatawan yang akhirnya gagal melakukan penerbangan karena telat tiba di Bandara Internasional Kualanamu.

Tiket pesawat hangus, kerugian materiil membengkak, dan agenda penting berantakan begitu saja. Perjalanan yang semula diprediksi normal mendadak menjadi jebakan waktu yang kejam. Berastagi wisata KARO high land, yang merupakan magnet wisata berkelas, kini justru menyajikan ketidakpastian akses yang membunuh perlahan potensi pariwisatanya.

Bukan Sekadar Kendaraan, Ini Persoalan Nyawa dan Perut Rakyat

Sangat naif jika pemerintah masih memandang urgensi infrastruktur ini hanya dari kalkulasi volume kendaraan.

Ini adalah jeritan dari sembilan kabupaten/kota di Sumatera Utara hingga pedalaman Aceh yang ekonominya seolah "disandera" oleh ketiadaan jalur alternatif yang mumpuni.

Petani dan pengepul Merugi

Hasil bumi segar seperti sayur, buah, kopi, dan rempah dari Tanah Karo, Dairi, hingga Aceh Tenggara rusak di dalam kendaraan yang tertahan belasan jam, melampauo jadwal penjualan

Di Pasar pasar medan sekitarnya. Jutaan rupiah modal petani , pedagang menguap begitu saja di jalanan. Bagaimana mungkin target Swasembada Pangan Nasional bisa tercapai jika jalur distribusi utamanya lumpuh total?

Krisis Kemanusiaan

Jalur ini adalah "labirin maut". Ketika hujan deras turun, taruhannya adalah nyawa yang terancam tertimbun longsor.

Membiarkan kondisi ini tanpa solusi konkret seperti jalan tol adalah bentuk pembiaran negara terhadap keselamatan rakyatnya.

Saatnya Negara Hadir: Segerakan Tol Medan-Berastagi

Masyarakat pegunungan Sumatera Utara dan Aceh tidak sedang meminta kemewahan. Mereka hanya menuntut keadilan pembangunan dan hak paling mendasar: akses jalan yang layak, aman, dan cepat.

Oleh karena itu, kami memohon dengan sangat kepada Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi segera dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun 2026 ini.

Hanya lewat status PSN, sumbat birokrasi dan pembebasan lahan bisa diurai dengan cepat.

Jangan biarkan potensi emas pertanian, pariwisata, dan keselamatan nyawa rakyat kami terkubur bersama lumpur longsor dan kemacetan yang tiada habisnya.

Saatnya Tol Medan-Berastagi direalisasikan. Demi keadilan, demi pangan, dan demi keselamatan nyawa rakyat!***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Kota Gunungsitoli Perkuat Kolaborasi Nasional Lewat Rakernas XVIII APEKSI 2026
Polri Hadir untuk Masyarakat, Polsek Medan Kota Sigap Tolong Kakek yang Pingsan di Jalan
Hutama Karya Gelar Aktivasi Mozy, Perkenalkan Fitur Baru Aplikasi Pengelolaan Jalan Tol
Mobil Travel Tabrak Truk di Tol Batu Bara, 4 Tewas 17 Luka, Lihat Data Korban
Brakkk...Truk Hantam Truk Lagi Parkir di Jalan Tol Asahan, 3 Luka Serius
DPW PKB Sumut 'Mainkan' Pemilihan Ketua DPC PKB Karo
komentar
beritaTerbaru