"Saya meminta Disperindag agar mengevaluasi pedagang musiman maupun yang ada namanya tetapi tidak berdagang di lokasi, agar dievaluasi," ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah dalam waktu dekat akan membangun landasan untuk tempat penyimpanan perlengkapan dagangan. Pembangunan tersebut diupayakan tidak menggunakan APBD, melainkan melalui koordinasi dan gotong royong bersama pihak kecamatan.
Baca Juga:
"Landasan dalam waktu dekat akan dibangunkan. Meski tidak menggunakan APBD, kita akan bicarakan bagaimana nanti gotong royong dengan pihak kecamatan," tambahnya.
Penataan tempat penyimpanan dilakukan agar keberadaan gerobak dan kontainer tidak mengganggu pemandangan serta keindahan alun-alun, sebutnya
Baca Juga:
"Dua kontainer satu landasan agar tidak terlihat buruk Alun-Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Tanjungbalai," katanya.
Selain persoalan penataan, para pedagang juga menyampaikan aspirasi agar pada setiap perayaan hari jadi Kota Tanjungbalai maupun kegiatan besar lainnya yang digelar di kawasan alun-alun, pedagang lokal lebih diprioritaskan.
Pedagang mengeluhkan bahwa dalam sejumlah kegiatan besar, pedagang dari luar Kota Tanjungbalai dinilai lebih banyak mendapatkan tempat berjualan dibandingkan pelaku usaha lokal.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah akan memperhatikan aspirasi para pedagang lokal dalam penataan dan pelaksanaan berbagai kegiatan di kawasan alun-alun.
Wali Kota Mahyaruddin Salim pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pedagang, untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan estetika Alun-Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah.
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu ruang publik yang harus dijaga bersama agar tetap nyaman, tertib dan tidak terkesan kumuh.
Tags
beritaTerkait
komentar