Ia berharap FGD tersebut menghasilkan tindak lanjut yang konkret dan terukur, antara lain penyusunan rencana pengembangan rantai pasok biomassa, identifikasi BUMDes dan koperasi yang siap menjadi pelaku usaha, penetapan titik pengumpulan biomassa di kecamatan dan desa, serta pembangunan kemitraan dengan pihak pembeli.
"Desa jangan hanya menjadi penyedia bahan baku. Kita harus memastikan masyarakat desa juga memperoleh nilai tambah dari pengolahan dan pemanfaatan biomassa," tegasnya.
Baca Juga:
Pengembangan biomassa, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Deli Serdang, yakni mewujudkan Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Komisaris Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Nikson Silalahi, menjelaskan bahwa biomassa merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pencampur atau pengganti sebagian batu bara dalam proses pembangkitan listrik.
Baca Juga:
Menurutnya, potensi biomassa dari limbah pertanian dan perkebunan di Deli Serdang membuka kesempatan bagi petani, Gapoktan, koperasi, dan BUMDes untuk terlibat dalam rantai pasok energi sekaligus mengembangkan usaha produktif di desa.
PLN EPI berperan memastikan ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik, termasuk melalui pengembangan pasokan biomassa guna mendukung transisi energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission pada 2060.
Nikson menyebutkan, berdasarkan perhitungan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penyediaan 100.000 ton biomassa per tahun berpotensi melibatkan sekitar 1.000 orang dalam kegiatan ekonomi. Pemanfaatan biomassa dalam skala tersebut juga disebut berpotensi mendukung pengurangan emisi karbon.
Karena itu, ia mendorong kerja sama konkret antara PLN EPI, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, koperasi, dan pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.
Pemaparan para narasumber turut memperkaya pembahasan mengenai pengembangan biomassa dari berbagai aspek, mulai dari pemanfaatan potensi desa hingga penguatan kebijakan dan ekonomi masyarakat.
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), Hokkop Situngkir, memaparkan potensi desa sebagai pilar kemandirian energi masa depan, khususnya dalam mendukung ketersediaan bahan baku biomassa. Sementara itu, guru besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, Soni Sisbudi Harsono, membahas hilirisasi limbah biomassa menjadi produk energi terbarukan bernilai tinggi.
Tags
beritaTerkait
komentar