Selasa, 31 Maret 2026

Peternak KaPeDo Wujudkan Peternakan Unggul dan Ramah Lingkungan Berkat Pendampingan Tim PKM LPPM FP USU

Administrator - Kamis, 14 Agustus 2025 22:46 WIB
Peternak KaPeDo Wujudkan Peternakan Unggul dan Ramah Lingkungan Berkat Pendampingan Tim PKM LPPM FP USU
IST/SPC
Tim PKM LPPM FP USU foto bersama peternak KapeDo.

Suplemen ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mineral ternak, tetapi juga meningkatkan daya tahan tubuh, membantu pertumbuhan, dan mengurangi stres ternak, terutama saat transportasi.

Berdasarkan hasil penelitian tim pengabdian, suplemen ini terbukti mampu menurunkan tingkat stres pada domba secara signifikan selama proses pengangkutan.

Baca Juga:

Salah satu aspek inovatif lainnya adalah pelatihan pembuatan biobriket berbahan dasar feses ternak. Limbah feses yang sebelumnya menjadi sumber pencemaran kini diolah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Proses pembuatannya mencakup pencampuran feses dengan arang kayu sebagai bahan baku tambahan dan tepung tapioka sebagai perekat.

Baca Juga:

Menurut Muhamad Amran, SPt, MPt, tingkat keberhasilan pembuatan biobriket sangat tergantung pada konsistensi larutan perekat. Jika terlalu encer atau terlalu kental, proses pengikatan bahan tidak akan maksimal.

Transformasi ini disambut positif oleh kelompok peternak KaPeDo yang diketuai oleh M. Rifa'i. Sebelumnya, kegiatan beternak hanya dianggap sebagai usaha sampingan atau tabungan.

Namun setelah pendampingan dari tim PKMUSU, kelompok ini mulai melihat peluang untuk menjadikan ternak sebagai usaha komersial yang berkelanjutan. Bahkan, beberapa peternak sudah mulai memproduksi silase, MOL, dan biobriket secara mandiri.

Surya, SPt, salah satu anggota KaPeDo, menyampaikan bahwa program ini adalah pengalaman pertama bagi desa mereka menerima kegiatan pengabdian langsung dari perguruan tinggi.

"Saya sangat antusias dan berharap pelatihan semacam ini bisa dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas peternak lokal," harap Surya.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian USU dalam pelaksanaannya, antara lain Fani Natasya Pratiwi, Jose Jonery Silangit, Sibtia Alfis Syahri, Taufikul Hafizh Bin Rahmad, Rheymita Zalfa Afiyah, dan Anjeli Wardah Sitanggang. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memperlancar jalannya pelatihan, tetapi juga memberikan ruang praktik nyata bagi mereka untuk menerapkan ilmu di masyarakat.

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Rico Waas: Tradisi Pulang Kampung Jadi Momen Penting Lebaran dan Tekankan Keselamatan Perjalanan
Launching Masjid Ramah Pemudik, Kemenag Sumut Siapkan 281 Masjid Buka 24 Jam
Pengeboran di Momen Ramadan, Pertamina EP Pangkalan Susu Gelar Syukuran bersama Anak Yatim
Hakim Adili 12 Terdakwa Korupsi Berjamaah di Dinas PUTR Batubara
Unimed Tawarkan  Masyarakat  Aceh Tamiang Program Flores-Farm IoT
Brimob Bersinergi Patroli Asmara Subuh Hadir di Jalanan Kota Tebing Tinggi
komentar
beritaTerbaru