Seperti diberitakan sebelumnya, nasib memprihatinkan dialami seorang guru honorer bernama Masriani (58), warga Desa Bandar Labuhan, Dusun III, Jalan Bandar Labuhan Bawah Gang Damai, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Dalam video yang beredar di medsos dan grup WhatsApp terlihat Masriani duduk di rumahnya. Kondisi rumahnya sudah mau roboh. Kalau hujan rumahnya basah, karena atapnya hanya terbuat dari terpal.
Baca Juga:
Di usianya yang mendekati senja, Mariaseh masih setia mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik meski penghasilan yang diterima sangat minim. Ia hidup bersama sang suami, Rojali (56), seorang tukang becak, di sebuah gubuk sederhana yang jauh dari kata layak.
Kondisi ekonomi keluarga ini semakin terhimpit lantaran gaji honorer yang diterima Mariaseh tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, penghasilan Rojali dari menarik becak juga tidak menentu.
Baca Juga:
Kehidupan Mariaseh dan Rojali menjadi potret nyata perjuangan masyarakat kecil yang kerap terabaikan, meskipun peran mereka, terutama Mariaseh sebagai pendidik, sangat penting dalam mencerdaskan generasi muda di desa.
Warga sekitar berharap perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar kehidupan Mariaseh dan keluarganya dapat lebih layak. Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih banyak guru honorer di pelosok daerah yang membutuhkan dukungan nyata untuk bertahan hidup.(Red)
Tags
beritaTerkait
komentar