Selasa, 29 September 2026

Diduga Cari-Cari Kesalahan, Kabar “Cuci Gudang” di BPKAD Sumut Disorot

Administrator - Jumat, 12 September 2025 09:28 WIB
Diduga Cari-Cari Kesalahan, Kabar “Cuci Gudang” di BPKAD Sumut Disorot
IST
Kadis BPKAD Sumut, Timur Tumanggor

POSMETRO MEDAN,Medan— Gonjang-ganjing tengah melanda Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Utara. Sejumlah kabar mutasi besar-besaran yang disebut-sebut sebagai bentuk "cuci gudang" diduga sarat dengan praktik mencari-cari kesalahan pegawai.

Seorang sumber internal BPKAD yang enggan disebutkan namanya menilai langkah tersebut mengarah pada upaya melemahkan birokrasi. "Kalau memang ada kesalahan, buktikan secara hukum dan administrasi. Jangan dicari-cari, tapi ujungnya tidak bisa dibuktikan. Ini justru menjadi gambaran bobroknya tata kelola di provinsi," tegasnya.

Menurut sumber itu, mutasi di kalangan ASN sejatinya hal wajar. Namun, cara yang ditempuh kali ini dianggap tidak sesuai dan berpotensi merusak integritas kelembagaan. "Mutasi itu sah-sah saja, tapi bukan begini caranya," ujarnya menambahkan.

Baca Juga:

Upaya wartawan untuk meminta klarifikasi kepada Kepala Inspektorat Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, SH, M.SP, CGCAE, hingga berita ini diturunkan tidak merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp wartawan.

Sementara itu, sejumlah pejabat BPKAD yang dimutasi, mulai dari Kabid Binakuda, Kabid Anggaran, hingga staf, juga enggan memberikan komentar lebih jauh terkait isu "cuci gudang" yang kini menjadi sorotan publik.(Rez)

Baca Juga:

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Darma Putra Rangkuti Membaur di Tengah Warga, Jalan Santai HUT ke-66 Karang Taruna Simalungun
FJPI Sumut "Melalak" ke Toba Dukung UMKM
Kompolnas Apresiasi Keterbukaan Audit Investigasi Kasus Winda Lorenza, Libatkan Pihak Eksternal
Kemenag Sumut Lantik Sejumlah Pejabat, Integritas dan Pelayanan Prima Jadi Fokus
Kanwil Kemenag Sumut dan MUI Teken MoU, Sinergi Penguatan Pembinaan Keagamaan
Pemprov Sumut-AS Perkuat Kemitraan Strategis, Buka Peluang Investasi dan Perdagangan Baru
komentar
beritaTerbaru