Istri Mahathir Mohamad Berusia 100 Tahun akan Dimakamkan Secara Kenegaraan
Istri Mahathir Mohamad akan dimakamkan secara kenegaraan
Inter-Nasional 38 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Sejarah panjang perdagangan komoditas perkebunan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kebijakan kolonial yang meninggalkan jejak mendalam dalam kehidupan ekonomi bangsa.
Setelah pembubaran VOC pada 1 Januari 1800 akibat kebangkrutan, pemerintah Belanda mencari sumber pendapatan baru. Pada 1830, Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memperkenalkan sistem Tanam Paksa (cultuurstelsel), sebuah kebijakan yang kemudian mengubah wajah pertanian rakyat di Nusantara.
Berdasarkan Staatsblad No. 22/1832, rakyat di Jawa diwajibkan menanam komoditas ekspor seperti gula, kopi, nila, tembakau, teh, hingga lada di seperlima lahan milik desa.
Baca Juga:
Hasil panen harus diserahkan kepada pemerintah dengan harga yang ditentukan sepihak. Bagi petani tak berlahan, kewajiban ini diganti dengan kerja rodi selama 75 hari dalam setahun. Aparat desa, pedagang Tionghoa dan Arab, hingga buruh tani dilibatkan dalam skema besar tersebut.
Dampaknya, rakyat menderita akibat kerja paksa, gagal panen, dan ketidakadilan harga. Namun, di sisi lain, infrastruktur seperti jalan, pasar, irigasi, hingga sistem administrasi desa mulai terbentuk.
Baca Juga:
"Tanam Paksa bukan sekadar sistem ekonomi, tetapi eksperimen kolonial yang membentuk struktur sosial pedesaan," tulis Kartodirdjo dan Suryo (1991).
Transformasi besar berikutnya hadir lewat Undang-Undang Agraria 1870. Regulasi ini membuka peluang bagi investor swasta Eropa untuk menyewa tanah woeste gronden (tanah terlantar) hingga 75 tahun. Dari sinilah industri perkebunan modern lahir, terutama di Sumatera Timur.
Para investor mendirikan perkebunan tembakau, karet, kelapa sawit, teh, hingga kakao dengan sistem padat modal, teknologi modern, serta tenaga kerja upahan berskala besar.
Muncul pula komunitas baru, yakni masyarakat kebun, yang hidup dalam dunia berbeda dari penduduk lokal. Sistem ekonomi mereka bersifat komersial, berhierarki, dan terstruktur, sehingga disebut sebagai enclave economics—kantong ekonomi yang terpisah dari tradisi masyarakat sekitar yang masih subsisten.
Menurut catatan sejarah, ada lima komoditas utama yang mendominasi perkebunan kolonial: gula, tembakau, karet, kelapa sawit, dan teh. Lahan subur Sumatra Timur menjadi pusat pertumbuhan cepat tanaman ekspor, menjadikannya episentrum baru perkebunan dunia.
Masa kejayaan tiap komoditas pun silih berganti—gula di awal abad ke-19, tembakau dan karet pada akhir abad tersebut, disusul kelapa sawit dan teh yang bertahan hingga kini.
Warisan sistem perkebunan kolonial masih dapat ditelusuri hingga hari ini. Dari jalan-jalan perkebunan tua, desa-desa transmigran, hingga pola ekonomi perkebunan rakyat yang lahir setelahnya.
Pertanyaannya, bagaimana bangsa ini menafsirkan ulang sejarah Tanam Paksa dan lahirnya perkebunan industri? Apakah sebagai luka kolonial, atau justru pondasi tak terhindarkan dari modernisasi ekonomi? (Erni Tanjung)
Istri Mahathir Mohamad akan dimakamkan secara kenegaraan
Inter-Nasional 38 menit lalu
POSMETRO MEDAN,DELISERDANG Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama pemerintah kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter
Medan 47 menit lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, berdiskusi dengan Wakil Ketua Komisi VI DPRRI Andre
Medan 50 menit lalu
Ribuan Warga Padati Stadion Teladan, Rico Waas Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Medan.
Medan 50 menit lalu
Hadiri Maulid Nabi di Stadion Teladan, Khairul Azmi Tegaskan Semangat Kebersamaan dan Ukhuwah.
Medan 55 menit lalu
Apel Rutin SDABMBK, Gema Halelu Isa Tekankan Disiplin Harus Tercermin Dalam Kinerja.
Medan 57 menit lalu
150 Kg Sabu Diduga Masuk dari Malaysia, Disamarkan dalam Angkutan Galon Air.
Kriminal 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Simalungun Pagi di Simalungun terasa berbeda. Langkah kaki warga berpadu dengan sapaan dan senyum, dalam Jalan Santai Bers
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Berastagi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia mengabulkan permohonan peninjauangy kembali (PK) terpidana Amry KS Pelawi
Peristiwa 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengapresiasi pelaksanaan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke43
Sumut 8 jam lalu