"Kami melihat potensi yang dapat diambil dari sampah botol bekas yang sebelumnya hanya dikumpulkan dan dibuang begitu saja. Hal ini dapat digunakan untuk berbagai jenis kerajinan," jelas Aldi, panggilan akrab M Rifaldi Lubis.
Dia melanjutkan bahwa Ecobrick dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai kerajinan, mulai dari kursi, meja, hingga dekorasi taman.
Baca Juga:
Kegiatan ini memperoleh respons dan sambutan positif dari masyarakat Desa Meranti. Kepala Desa Meranti, Kasno memberikan dukungan serta menghargai kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa KKNT UNA.
"Kami mendapatkan ide baru mengenai pemanfaatan botol bekas yang selama ini hanya kami kumpulkan," ungkap Kasno.
Baca Juga:
Saat ini, sampah menjadi isu yang mendesak dan memerlukan tindakan cepat. Salah satu jenis sampah yang membutuhkan perhatian khusus adalah sampah plastik.
Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total timbunan sampah di 194 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia mencapai 19,180 juta ton.
Dari jumlah tersebut, plastik berkontribusi sekitar 18 persen, yaitu sekitar 3,4 juta ton. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang kedua terbanyak setelah sisa makanan.

Mahasiswa dari Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Universitas Asahan (UNA) bekerja sama dengan penduduk Desa Meranti melakukan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan Ecobrick.(ist)
Tags
beritaTerkait
komentar