Minggu, 27 September 2026

Korban Bencana Bertambah, Gadis 10 Tahun Ditemukan Tertimbun Longsor

Faliruddin Lubis - Rabu, 03 Desember 2025 14:18 WIB
Korban Bencana Bertambah, Gadis 10 Tahun Ditemukan Tertimbun Longsor
TER
Gadis 10 Tahun Ditemukan Tertimbun Longsor.

POSMETRO MEDAN,Humbahas - Upaya pencarian korban bencana alam longsor dan banjir di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan dan Pulogodang Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) telah berakhir.

Tim gabungan dari berbagai lintas sektoral di hari terakhir, Selasa (2/12/2025), menemukan seorang korban berjenis kelamin perempuan berusia 10 tahun, Weda Amelia Maharaja, yang tertimbun longsor.

Korban ditemukan pukul 10.41 WIB setelah tim gabungan melakukan penyisiran di lokasi longsor di 2 Desa Panggugunan-Pulogodang. Jenazah korban ditemukan di bawah rumah yang tertimbun material longsor, tertutup puing-puing bangunan.

Baca Juga:

Korban kemudian dibawa ke Posko Tanggap Darurat di Desa Panggugunan untuk diidentifikasi oleh tim forensik.

Baca Juga:

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. "Ini duka kita bersama, atas musibah yang menimpa warga Humbang Hasundutan," ucapnya.

Pencarian korban dilakukan dengan bantuan tiga unit alat berat dan tim gabungan dari berbagai lintas sektoral.

Bupati, Kapolres Humbang Hasundutan, dan pejabat lainnya memantau langsung proses pencarian.

Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam Dolok Pinapan menjadi 6 orang, 1 orang diantaranya sudah ditabur bunga pertanda pencarian berakhir.(ter)

Tags
beritaTerkait
Jembatan Rambing Putus dan Permukiman Tergenang Akibat Banjir di Tukka dan Pandan
Polda Sumut dan Polres Humbahas Tetapkan 24 Tersangka
Garis Polisi Dicabut! Op. Patar Munthe Kembali ke Rumah
Rutan Humbahas Gelar Razia Gabungan Blok Hunian Bersama TNI-POLRI
Data Pribadi Bocor Hingga Jadi Korban Penipuan, Ketum IWO Somasi PT Indah Logistik
Bupati Humbahas Hadiri Forum Bersama 37 Kepala Daerah, Dorong Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu
komentar
beritaTerbaru