Rabu, 18 Februari 2026

Pangdam I/BB Tinjau Distribusi Jembatan Modular di Titi Papan, Perkuat Akses Desa Terpencil di Sumatera Utara

Jafar Sidik - Rabu, 18 Februari 2026 10:18 WIB
Pangdam I/BB Tinjau Distribusi Jembatan Modular di Titi Papan, Perkuat Akses Desa Terpencil di Sumatera Utara

POSMETRO MEDAN– Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) meninjau langsung proses pemindahan Jembatan Modular Type 3-1 di kawasan Titi Papan, Kota Medan, Rabu (19/2/2026). Peninjauan ini merupakan bagian dari program distribusi jembatan modular ke sejumlah desa di wilayah Sumatera Utara yang dinilai masih memiliki keterbatasan infrastruktur dasar, khususnya akses penghubung antarwilayah.

Baca Juga:

Kunjungan Pangdam tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis, kelancaran distribusi, serta kesiapan personel dalam mendukung pemasangan jembatan di daerah sasaran. Dalam kesempatan itu, Pangdam juga memberikan arahan kepada personel TNI yang terlibat dalam proses pemindahan dan distribusi jembatan modular.

Pangdam I/BB menegaskan bahwa pendistribusian jembatan modular ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di wilayah pedesaan yang masih tertinggal dari sisi infrastruktur.

"Tujuan utama pendistribusian jembatan modular ini adalah untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas di daerah-daerah terpencil, sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar dan pembangunan ekonomi lokal dapat terdorong," ujar Pangdam kepada wartawan.

Delapan Jembatan Modular untuk Desa-Desa di Sumatera Utara

Untuk wilayah Kodam I/Bukit Barisan, sebanyak 8 unit Jembatan Modular Type 3-1 akan didistribusikan ke berbagai desa di Sumatera Utara. Adapun lokasi sasaran pemasangan jembatan tersebut meliputi:

1. Desa Sitampulak, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun

2. Desa Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara

3. Desa Hutagalung Siwalompu, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara

4. Desa Sei Sanggul, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu

5. Desa Lubuk Palas, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan

6. Desa Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara

7. Desa Jawa Baru, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun

8. Desa Sagala Toruan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun

Pangdam menjelaskan, desa-desa tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak akibat kondisi jembatan yang rusak, akses transportasi yang terbatas, serta tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.

Jembatan Lama Rusak, Ancaman Keselamatan Warga

Menurut Pangdam, sebagian besar jembatan yang saat ini digunakan masyarakat di desa sasaran berada dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai. Kerusakan tersebut disebabkan oleh faktor usia konstruksi, cuaca ekstrem, serta dampak bencana alam seperti banjir dan longsor.

"Kondisi jembatan yang rusak tentu berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama saat dilalui kendaraan dan aktivitas warga sehari-hari. Oleh karena itu, distribusi jembatan modular ini sangat diperlukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, banyak wilayah pedesaan di Sumatera Utara yang selama ini mengalami keterisolasian akibat putusnya akses jembatan, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat menjadi terhambat.

Distribusi Melibatkan Kendaraan Khusus dan Personel TNI

Dalam proses distribusi, jembatan modular diangkut menggunakan kendaraan khusus dengan pengamanan dan pengawalan personel TNI. Pangdam memastikan seluruh rangkaian distribusi dilakukan secara terencana, aman, dan tepat sasaran hingga ke lokasi pemasangan.

"Distribusi jembatan modular ini melibatkan personel TNI dengan perencanaan logistik yang matang. Kami memastikan jembatan sampai ke lokasi sasaran dalam kondisi baik dan siap dipasang," jelas Pangdam.

Selain itu, Pangdam juga menegaskan bahwa TNI akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam proses pemasangan jembatan modular di masing-masing desa, agar pembangunan dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dorong Ekonomi Lokal dan Kesejahteraan Masyarakat

Pangdam I/BB berharap keberadaan jembatan modular tersebut dapat membuka akses jalan yang sebelumnya terputus, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperlancar distribusi barang dan jasa. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat desa diharapkan semakin berkembang.

"Jembatan ini bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga jembatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan akses yang baik, hasil pertanian, perkebunan, dan komoditas lokal dapat lebih mudah dipasarkan, sehingga pendapatan masyarakat meningkat," tegas Pangdam.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan konektivitas wilayah pedesaan akan berdampak langsung pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya, karena masyarakat dapat mengakses fasilitas dasar dengan lebih mudah.

Bagian dari Dukungan TNI terhadap Pembangunan Nasional

Program distribusi jembatan modular ini merupakan salah satu bentuk dukungan TNI AD dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Pangdam menegaskan bahwa TNI tidak hanya berperan dalam bidang pertahanan, tetapi juga hadir membantu pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan daerah.

"Kami akan terus mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Infrastruktur yang baik adalah kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial di daerah," pungkas Pangdam.(Rez)

Tags
beritaTerkait
Kodim 0209/LB Rampungkan Rehabilitasi Jembatan Gantung di Desa Halimbe Labura
komentar
beritaTerbaru