Selasa, 24 Februari 2026

Jelang Idul Fitri, Pemprov Sumut Cegah Lonjakan Harga dengan Perkuat Pengawasan dan Operasi Pasar

Faliruddin Lubis - Selasa, 24 Februari 2026 13:23 WIB
Jelang Idul Fitri, Pemprov Sumut Cegah Lonjakan Harga dengan Perkuat Pengawasan dan Operasi Pasar
IST
Pasar tradisional di kota Medan.

POSMETRO MEDAN,Medan– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat pengawasan harga dan menggencarkan operasi pasar menjelang Idul Fitri 2026 guna mencegah lonjakan harga bahan pokok.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Yosi Sukmono, mengatakan tren harga sejumlah komoditas mulai menunjukkan kondisi yang lebih terkendali.

Baca Juga:

"Tren harga hortikultura telah menunjukkan penurunan dan lebih rasional, sementara daging sapi relatif terkendali melalui koordinasi dengan Bulog dan produsen lokal, kita memastikan bahwa stok dalam kondisi yang cukup dan juga suplai nanti akan secara berkala dipenuhi sehingga akan mampu menjaga kestabilan harga," ujar Yosi, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, Pemprov melakukan pengawasan berkala dari hulu hingga hilir, mulai dari produsen, distributor, hingga ritel modern dan pasar tradisional.

Baca Juga:

"Kemudian nanti dalam momen tertentu kita bersama-sama dengan Satgas Pangan juga untuk bisa turun ke lapangan memastikan harga tidak terlalu tinggi yang ada di pasar," kata Yosi.

Pemprov Sumut juga berkoordinasi dengan seluruh sektor terkait guna memantau ketersediaan komoditas utama. Jika ditemukan potensi kekurangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan segera mengambil langkah strategis.

Selain itu, Operasi Pasar telah digelar di berbagai daerah, antara lain Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu, Padangsidimpuan, dan Pematangsiantar. Sejumlah kabupaten/kota lainnya dijadwalkan menyusul.

"Adapun komoditi yang dijual yaitu beras, minyakita, gula pasir dan telur ayam," kata Yosi.

Pemprov Sumut juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diberlakukan.

Tags
beritaTerkait
Awas 'Begal' Dana Reses! Rutinitas Mahal dengan Pengawasan yang Tak Pernah Terlihat Publik
Polda Sumut Ungkap 923 Kasus Narkoba Awal 2026, Selamatkan 1,48 Juta Jiwa
Keluarga Besar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Gelar Buka Puasa Bersama
2 Bulan Beraksi, Polda Sumut Sita Ratusan Kilo Sabu dan Sikat 1.118 Tersangka
Penyidik Pidsus Kejatisu Terima Pengembalian Kerugian Negara Rp 13,1 Miliar dari PT Hutama Karya Korupsi Waterfront Pangururan
Sinergi Tanpa Henti, Patroli KRYD Brimob Sumut Hadirkan Rasa Aman di Setiap Sudut Medan
komentar
beritaTerbaru