Jumat, 27 Februari 2026
Tausyah Ramadhan 1447 H

Korpri Kota Binjai Ajak Perkuat Etos Kerja dan Spiritualitas ASN

Evi Tanjung - Jumat, 27 Februari 2026 15:58 WIB
Korpri Kota Binjai Ajak Perkuat Etos Kerja dan Spiritualitas ASN
oji
Tausyah Ramadan 1447 H, Korpri Kota Binjai Ajak Perkuat Etos Kerja dan Spiritualitas ASN

Posmetro Medan , Binjai - Pemerintah Kota Binjai melalui Dewan Pengurus Korpri Kota Binjai menggelar kegiatan Tausiyah Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M di Pendopo Umar Baki Kota Binjai, Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Binjai.

Hadir mewakili Wali Kota Binjai, Asisten Administrasi Umum sekaligus Ketua Umum DP. Korpri Kota Binjai Drs. Eka Edi Saputra, M.M yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DP Korpri Kota Binjai atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Kegiatan tausyah yang kita laksanakan pada hari ini merupakan bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Binjai. Pembinaan rohani seperti ini sangat penting untuk membentuk aparatur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual," ujarnya.

Ia menegaskan, Ramadan memiliki makna mendalam bagi ASN dan anggota Korpri, bukan hanya sebagai momentum peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana introspeksi dan evaluasi dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

"Saya mengajak seluruh keluarga besar Korpri Kota Binjai untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai titik tolak penguatan etos kerja dan kualitas pelayanan publik. Jadikan setiap tugas yang kita emban sebagai bagian dari ibadah. Laksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, serta komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Binjai," tegasnya.

Tausyah Ramadan kali ini menghadirkan penceramah Ustd. Prof. Dr. M. Syukri Albani Nasution yang menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang makna kehidupan, rezeki, dan takdir.

Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya rasa takut kepada Allah serta menjaga nama baik dalam kehidupan. "Manusia harus punya rasa takut. Hidup ini tergantung pada kita membuat namanya. Kalau kita buat buruk, buruk juga hidup yang akan kita jalani," ungkapnya.

Ia juga menyinggung kelemahan manusia yang cenderung tidak percaya pada sesuatu yang belum pernah dialami. Selain itu, ia mengajak jamaah untuk memahami makna rezeki secara lebih mendalam.

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru