"Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan karakter spiritual peserta didik. Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Melalui Gema Ramadhan, siswa diajak untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an dan meningkatkan kualitas ibadah. Semangat tersebut diharapkan terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah Ramadhan berakhir," ungkapnya.
Kepala MTsN Gunungsitoli menyampaikan, tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, Gema Ramadan juga menghadirkan kebersamaan yang mempererat hubungan antara guru dan siswa. Suasana kekeluargaan terasa saat seluruh warga madrasah mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Tawa, senyum, dan doa berpadu dalam satu harmoni kebersamaan.
Baca Juga:
Di tengah pesisir Nias, madrasah ini menjadi salah satu pusat cahaya pendidikan dan spiritualitas.
Gema Ramadan 1447 H di MTsN Gunungsitoli bukan sekadar rangkaian kegiatan, tetapi juga perjalanan spiritual yang bermakna. Setiap momen yang dilalui menjadi pelajaran berharga bagi para siswa dalam memahami nilai-nilai Islam.
Baca Juga:
Harapannya, semangat Ramadhan ini akan terus menyala di hati generasi madrasah. Dari pesisir Nias, cahaya iman itu terus bersinar, menuntun langkah menuju masa depan yang lebih cemerlang. (rel)
Tags
beritaTerkait
komentar