Rumah Digerebek, Barbut Sabu Baru Dibeli Dibuang, 2 Pria Diringkus
Terlibat Kasus Narkoba, Dua Pria di Asahan Diringkus
Sumut 9 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Ajamu — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya postingan akun Fb Aidil Eka dan Subhan Siregar yang memperlihatkan cerobong asap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN IV Regional II Perkebunan Ajamu mengeluarkan kepulan asap hitam pekat.
Dalam rekaman yang viral tersebut, terlihat jelas semburan asap bercampur debu hitam membumbung tinggi dan menyebar ke area sekitar pemukiman warga.
Fenomena ini langsung menuai reaksi keras dari masyarakat. Warga sekitar mengaku resah dan khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap kesehatan. Tidak sedikit yang menyebut kondisi ini sudah terjadi berulang kali, namun terkesan luput dari perhatian serius pihak terkait.
"Asap hitam mengepul dari cerobong asap PKS Ajamu tebal kali. Kadang debunya sampai masuk ke rumah. Kami takut dampaknya ke paru-paru, apalagi anak-anak," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ajamu Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, Senin, (6/4/2026).
Kepulan debu hitam tersebut diduga berasal dari proses pembakaran boiler yang tidak berjalan optimal. Minimnya pengendalian emisi disinyalir menjadi penyebab utama munculnya asap pekat yang kini menjadi sorotan publik.
Sejumlah warganet pun ramai-ramai mengecam kondisi ini melalui media sosial. Mereka mendesak agar pihak perusahaan segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengolahan limbah udara, serta tidak mengabaikan keselamatan masyarakat sekitar.
Subhan Siregar, pegiat sosial berdomisili di Dusun IV Desa Teluk Sentosa tak jauh dari lokasi PKS PTPN IV Regional II Ajamu mengatakan, "Kita sudah risih juga, debu yg diduga berasal dari PKS PTPN IV AJAMU itu makin menggila, apalagi sebelum lebaran kemaren, debunya kasar- kasar bahkan duduk sebentar di teras rumah kelihatan berjatuhan di baju. Kami masyarakat juga berharap hal-hal seperti ini jangan didiamkan, karna dugaan kita dapat mencemari udara dan menyebabkan sakit pada saluran pernapasan." Ujarnya.
Tak hanya itu, publik juga meminta instansi terkait untuk turun tangan melakukan inspeksi langsung. Dugaan pencemaran udara ini dinilai tidak bisa dianggap sepele, mengingat potensi dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang, seperti gangguan pernapasan hingga penyakit kronis lainnya.
Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu, Syahbela Rusli Siregar, dihubungi via WhatsApp mengatakan, "Ijin,silahkan konfirmasi sama pak Edi Martin ya ,Kabid menangani," sebutnya.
Sementara, Edy Martin yang dimaksud, dan juga Kabid Hedy Harahap terkait debu hitam dari cerobong PKS PTPN IV Ajamu tersebut juga belum ada tanggapan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PTPN IV Ajamu viral debu hitam tersebut.
Humas PTPN IV Ajamu, Vino dikonfirmasi via WhatsApp sampai berita ini diturunkan belum juga ada jawaban.
Warga berharap, kejadian ini tidak hanya berhenti sebagai viral semata, namun menjadi titik awal penanganan serius. Mereka menuntut transparansi, tanggung jawab, serta langkah nyata agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengancam kualitas hidup masyarakat sekitar. (KY).
Terlibat Kasus Narkoba, Dua Pria di Asahan Diringkus
Sumut 9 menit lalu
Polda Sumut Tebar Kepedulian Lewat Berbagi Berkah, Brimob Bagikan Makanan Gratis kepada Masyarakat.
Sumut 20 menit lalu
Gegara Kepergok Curi Buah Sawit Milik PT Barapala, Pemuda Diamankan di Polres Palas
Sumut 55 menit lalu
Ops Patuh Toba 2026, Polres Palas Sita Puluhan Botol Miras dari Sejumlah THM.
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDANMimpi yang semestinya tumbuh di ruang kuliah justru layu di lorong gelap peredaran narkotika. Di usia yang seharusnya dipenuh
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDANKetua Harian DPP Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI) H. M. Nezar Djoeli menyoroti ledakan yang terjadi di Kompleks Per
Peristiwa satu jam lalu
Kapolres Karo menghadiri Pesta Tahun Rumahrih, Polsek Barusjahe memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Sumut 3 jam lalu
Kezia Yehuda Panggabean ditampung di 6 perguruan tinggi ternama di dunia.
Profil 3 jam lalu
Patroli Malam Koramil 06/Perdagangan, TNI Hadir Jaga Keamanan dan Beri Rasa Aman bagi Masyarakat
Sumut 4 jam lalu
Memberantas &039Pekat&039 alias penyakit masyarakat, Polsek Sei Rampah menyikat peredaran miras (minuman keras) ilegal di Sei Bamban.
Sumut 4 jam lalu