Melihat dari Dekat Sosok Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H
Melihat dari Dekat Sosok Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H yang kini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara.
Profil 6 menit lalu
POSMETRO MEDANJakarta -- Peneliti keamanan berhasil mengumpulkan hampir semua nomor telepon milik pengguna WhatsApp hanya dengan memanfaatkan celah sederhana.
Peneliti dari University of Vienna mengatakan mereka berhasil mengumpulkan 3,5 miliar nomor telepon dari WhatsApp. Tidak hanya itu, peneliti juga berhasil menhakses foto profil dari 57% pengguna yang terekspos, dan teks di profil 29% pengguna.
Untungnya celah keamanan ini sudah diperbaiki oleh WhatsApp.
Tim peneliti mengatakan hal ini bisa memicu kebocoran data terbesar sepanjang sejarah jika celah keamanan tersebut berhasil dieksploitasi oleh orang tidak bertanggung jawab. Seperti diketahui, WhatsApp merupakan platform berkirim pesan terbesar di dunia dengan lebih dari tiga miliar pengguna aktif bulanan.
Miliaran nomor telepon ini dikumpulkan dengan cara yang sederhana. Tim University of Vienna hanya memasukkan nomor telepon dalam jumlah masif untuk mengecek apakah nomor itu terdaftar di WhatsApp. Hal ini mungkin dilakukan karena semua pengguna WhatsApp bisa menambahkan kontak baru hanya bermodalkan nomor telepon.
Menggunakan WhatsApp Web, tim peneliti berhasil mengecek sekitar 100 juta nomor WhatsApp per jam. Dalam beberapa kasus, peneliti juga bisa melihat foto profil milik pengguna yang dibuat publik untuk semua orang.
Yang sedikit mengkhawatirkan, WhatsApp pernah diperingatkan soal celah keamanan ini oleh peneliti keamanan lain pada tahun 2017, namun mereka tidak langsung mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah ini.
Untungnya, tim University of Vienna ikut memperingatkan Meta, selaku perusahaan induk WhatsApp, tentang celah ini pada April 2025 dan sejak bulan Oktober celah ini sudah ditambal.
Juru bicara Meta berterima kasih kepada tim peneliti dari University of Vienna karena sudah melaporkan celah keamanan ini. Meta mengaku tidak menemukan bukti bahwa celah ini dieksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab, dan menjamin semua pesan pengguna tetap aman karena dilindungi enkripsi end-to-end.
"Kolaborasi ini berhasil mengidentifikasi teknik enumerasi baru yang melampaui batasan yang kami maksudkan, sehingga memungkinkan para peneliti untuk mengumpulkan informasi dasar yang tersedia secara publik," kata juru bicara Meta seperti dikutip dari 9to5Mac, Kamis (20/11/2025).
"Kami sudah mengembangkan sistem anti-scraping terdepan di industri, dan studi ini berperan penting dalam uji coba ketahanan dan efektivitas sistem pertahanan baru ini," imbuhnya.
Meta menambahkan data-data yang dikumpulkan merupakan informasi yang tersedia secara publik, dan foto profil pengguna yang dibuat private tidak terekspos. Tim University of Vienna juga tidak mengakses data non-publik, dan mereka langsung menghapus database nomor telepon yang sudah dikumpulkan.
(wan/bbs)
Melihat dari Dekat Sosok Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H yang kini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara.
Profil 6 menit lalu
Jelang Pelantikan Pengurus dan Raker, DMI Pematangsiantar Silaturahmi ke Wali Kota Wesly
Sumut 11 menit lalu
Polsek Kolang memfasilitasi proses mediasi kasus dugaan pencurian ringan di PT Mujur Timber.
Sumut 36 menit lalu
Bid Propam Polda Sumut menggelar Gaktibplin di Polres Dairi, tujuannya memperkuat disiplin dan profesionalisme personel.
Sumut satu jam lalu
Wesly Silalahi menerima audiensi DPC Asosiasi Pendeta Indonesia Kota Pematangsiantar.
Sumut satu jam lalu
Data Lengkap Korban Ledakan di Perumahan Mewah Grand Polonia Medan.
Peristiwa 3 jam lalu
Leandro Paredes Ungkap Alasan Tinju Gavi Usai Final Piala Dunia 2026.
Sport 3 jam lalu
4 Tewas dan 8 LukaLuka dalam Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, Sopir Truk Ditahan sebagai Tersangka.
Sumut 4 jam lalu
Marc Cucurella Umumkan Pensiun dari Tim Nasional Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026.
Sport 4 jam lalu
Menyamar Jadi Pembeli, Satres Narkoba Labusel Sergap Bandar Sabu Di Torgamba, 206 Gram Jadi Barang Bukti.
Sumut 5 jam lalu