DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN- Kain tenun tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni, sejarah, dan filosofi yang tinggi. Di berbagai daerah di Nusantara, kain tenun tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya, adat istiadat, serta kebanggaan masyarakat setempat. Salah satu di antaranya adalah Tenun Tarutung, kain tradisional khas Sumatera Utara yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara.
Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi industri tekstil, masih ada para pengrajin yang setia menjaga tradisi menenun secara turun-temurun. Salah satunya adalah Ny. Herlina Donda Frisca Hendro Manurung, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang X Rindam I/Bukit Barisan, yang hingga kini terus melestarikan seni tenun khas daerah kelahirannya.
Frisca, yang lahir dan besar di Tarutung, mengaku telah mengenal dunia tenun sejak usia dini. Keterampilan tersebut ia pelajari dari ibunya, yang sejak kecil menanamkan nilai budaya Batak kepadanya. Menurut Frisca, sang ibu pernah berpesan bahwa seorang perempuan Batak sebaiknya memiliki kemampuan menenun sebagai bagian dari tradisi yang harus dijaga.
"Pesan ibu saya waktu itu sederhana, bahwa perempuan yang tidak bisa menenun terasa kurang lengkap. Walaupun terdengar sedikit unik, pesan itu yang membuat saya mulai belajar menenun sejak kecil," ujarnya.
Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Frisca mulai mempelajari proses dasar menenun, mulai dari memintal benang, mangani, hingga memahami teknik membuat berbagai motif tenun tradisional. Proses belajar tersebut ia jalani secara bertahap dan terus menerus hingga akhirnya ia mampu menghasilkan berbagai motif khas tenun Batak.
Beberapa motif yang berhasil ia kuasai di antaranya Piala Full Tumtuman, Sadum, Bintang Maratur, Pucca Klasik, serta berbagai motif lainnya yang memiliki keindahan dan filosofi tersendiri dalam budaya Batak.
Kemampuan Frisca semakin berkembang ketika ia memasuki bangku SMP hingga SMA. Di usia remaja, ia sudah mampu menghasilkan satu lembar kain tenun dalam waktu sekitar satu minggu. Biasanya, proses menenun tersebut ia lakukan setelah pulang sekolah.
Dalam proses pengerjaannya, Frisca masih menggunakan alat tenun tradisional yang terbuat dari bambu dan kayu yang dikenal dengan alat tenun gedogan atau gendong. Alat ini merupakan alat tenun sederhana yang sudah digunakan masyarakat sejak lama dan masih dipertahankan oleh sebagian pengrajin tradisional karena mampu menghasilkan kualitas tenun yang khas.
Meski telah menguasai keterampilan menenun sejak kecil, Frisca mengaku bahwa pada masa muda ia sebenarnya memiliki cita-cita lain. Ia ingin bekerja di kantor, khususnya di bidang perbankan. Keinginan tersebut membuatnya melanjutkan pendidikan hingga berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi.
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 11 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 12 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 15 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 16 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 17 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 18 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 18 jam lalu