DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 10 jam lalu
Namun perjalanan hidup membawanya kembali kepada keterampilan yang telah ia pelajari sejak kecil. Kini, sebagai seorang ibu rumah tangga, Frisca justru merasa bersyukur memiliki kemampuan menenun yang tidak semua orang miliki.
Menurutnya, kegiatan menenun tidak hanya menjadi cara untuk melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya.
"Sekarang saya sangat bersyukur masih memiliki keterampilan ini. Walaupun saya hanya ibu rumah tangga, dari menenun saya bisa membantu perekonomian keluarga," katanya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa menjalankan kegiatan menenun tidak selalu mudah. Ia harus membagi waktu antara mengurus rumah tangga, suami, dan anak-anak. Namun dengan tekad dan kecintaan terhadap seni tenun, Frisca tetap berusaha melanjutkan pekerjaannya serta terus berinovasi menciptakan motif-motif baru.
Hingga saat ini, Frisca telah menghasilkan ratusan set kain tenun. Dalam satu set biasanya terdiri dari tiga lembar kain, yaitu satu lembar selendang dan dua lembar sarung.
Proses pembuatan kain tenun membutuhkan waktu yang bervariasi, tergantung tingkat kesulitan motif yang dibuat. Untuk motif yang sangat rumit seperti Tumtuman Ragi Idup, proses pengerjaannya bisa memakan waktu hingga satu bulan. Sementara motif dengan tingkat kesulitan sedang biasanya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu. Untuk motif yang lebih sederhana, pengerjaannya dapat selesai dalam waktu sekitar satu minggu.
Dari berbagai motif yang dihasilkan, motif Tumtuman menjadi salah satu yang paling diminati oleh pelanggan. Tenun dengan motif ini biasanya menggunakan benang dasar berwarna putih yang dihiasi motif gorga menggunakan benang emas atau perak sehingga menghasilkan tampilan yang elegan dan bernilai tinggi.
Songket dengan motif tersebut banyak digunakan dalam berbagai acara adat, terutama acara pernikahan, di mana kain ini biasanya dikenakan oleh pengantin wanita maupun orang tua pengantin. Selain itu, kain tenun Tarutung juga sering dipadukan dengan kebaya untuk digunakan dalam acara formal maupun nonformal.
Dalam hal pemasaran, Frisca memanfaatkan berbagai cara untuk memperkenalkan hasil karyanya. Selain menjual secara langsung, ia juga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Melalui akun Facebook "Fris Sihombing Songket Tarutung" serta Instagram @fris_sihombing, hasil tenun buatannya telah dipesan oleh pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, pesanan datang dari berbagai wilayah mulai dari Sabang hingga Merauke.
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 11 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 12 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 15 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 16 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 17 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 18 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 18 jam lalu