Perkuat Sistem Merit, Pemkab Karo Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Perkuat Sistem Merit, Pemkab Karo Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat.
Berita 20 menit lalu
Namun perjalanan hidup membawanya kembali kepada keterampilan yang telah ia pelajari sejak kecil. Kini, sebagai seorang ibu rumah tangga, Frisca justru merasa bersyukur memiliki kemampuan menenun yang tidak semua orang miliki.
Menurutnya, kegiatan menenun tidak hanya menjadi cara untuk melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya.
"Sekarang saya sangat bersyukur masih memiliki keterampilan ini. Walaupun saya hanya ibu rumah tangga, dari menenun saya bisa membantu perekonomian keluarga," katanya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa menjalankan kegiatan menenun tidak selalu mudah. Ia harus membagi waktu antara mengurus rumah tangga, suami, dan anak-anak. Namun dengan tekad dan kecintaan terhadap seni tenun, Frisca tetap berusaha melanjutkan pekerjaannya serta terus berinovasi menciptakan motif-motif baru.
Hingga saat ini, Frisca telah menghasilkan ratusan set kain tenun. Dalam satu set biasanya terdiri dari tiga lembar kain, yaitu satu lembar selendang dan dua lembar sarung.
Proses pembuatan kain tenun membutuhkan waktu yang bervariasi, tergantung tingkat kesulitan motif yang dibuat. Untuk motif yang sangat rumit seperti Tumtuman Ragi Idup, proses pengerjaannya bisa memakan waktu hingga satu bulan. Sementara motif dengan tingkat kesulitan sedang biasanya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua minggu. Untuk motif yang lebih sederhana, pengerjaannya dapat selesai dalam waktu sekitar satu minggu.
Dari berbagai motif yang dihasilkan, motif Tumtuman menjadi salah satu yang paling diminati oleh pelanggan. Tenun dengan motif ini biasanya menggunakan benang dasar berwarna putih yang dihiasi motif gorga menggunakan benang emas atau perak sehingga menghasilkan tampilan yang elegan dan bernilai tinggi.
Songket dengan motif tersebut banyak digunakan dalam berbagai acara adat, terutama acara pernikahan, di mana kain ini biasanya dikenakan oleh pengantin wanita maupun orang tua pengantin. Selain itu, kain tenun Tarutung juga sering dipadukan dengan kebaya untuk digunakan dalam acara formal maupun nonformal.
Dalam hal pemasaran, Frisca memanfaatkan berbagai cara untuk memperkenalkan hasil karyanya. Selain menjual secara langsung, ia juga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas.
Melalui akun Facebook "Fris Sihombing Songket Tarutung" serta Instagram @fris_sihombing, hasil tenun buatannya telah dipesan oleh pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, pesanan datang dari berbagai wilayah mulai dari Sabang hingga Merauke.
Perkuat Sistem Merit, Pemkab Karo Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat.
Berita 20 menit lalu
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Haul ke25 Allahuyarham Syekh H Mustafa BS Rokan.
Sumut 21 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Jajaran Kecamatan Medan Baru bersama Koramil 05 Medan Baru dan Polsek Medan Baru membagikan Bendera Merah Putih kepad
Medan 48 menit lalu
BANPT Tetapkan UDA Tak Memenuhi Syarat Peringkat Akreditasi, Ini Pesan LLDikti Sumut ke Mahasiswa.
Medan 56 menit lalu
Posmetro Medan, Karo Pelaksanaan vaksinasi bagi siswa SD Negeri 047164 Seberaya, Kabupaten Karo, menuai tanda tanya. Pasalnya, Dinas Pendi
Peristiwa satu jam lalu
Kader Muda Bantah Narasi Miring, Sebut Lokot Nasution Layak Pimpin Lagi Demokrat Sumut.
Sumut satu jam lalu
Keributan 2 Kelompok Rasfansa Kafe Sunggal Diredam Polisi.
Sumut satu jam lalu
Buang Bayi Hasil Anu dengan Kekasih, ART Asal Sergai Dituntut 10 Tahun Penjara
Kriminal 2 jam lalu
Kapolsek Tiganderket Sambangi Warga, Wujudkan Situasi Kamtibmas Kondusif.
Sumut 2 jam lalu
MEDAN DPRD Sumatera Utara menegaskan revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak boleh dilakukan sec
Sumut 3 jam lalu