Kapolda Sonny Irawan dan Kesungguhan Memikul Amanah
POSMETRO MEDANDalam praktik kepemimpinan, penghargaan paling bermakna bukan berupa pujian di podium. Ia hadir dalam bentuk yang lebih sahih
Editorial 2 jam lalu
Buktinya terlihat dari berbagai gebrakan yang langsung menemukan tempat di hati masyarakat. Sonny datang langsung ke rumah-rumah ibadah, misalnya.
Ia menunaikan salat Jumat di berbagai masjid, bersilaturahmi dengan para ulama, dan menyapa jemaat gereja lewat program Minggu Kasih. Langkahnya tidak berhenti di sana. Ia juga mengunjungi umat Buddha dan Hindu, menyambangi mereka di tempat ibadahnya sendiri.
Baca Juga:
Di provinsi yang sejak lama dikenal sebagai miniatur kebinekaan, kehadiran semacam ini bernilai jauh melampaui protokoler. Ia mengirim pesan bahwa kepolisian hadir untuk semua, dan bahwa rasa aman tidak dibedakan oleh keyakinan.
Keberagaman tidak diperlakukan sebagai potensi gesekan yang harus diawasi dari jauh, melainkan sebagai kekayaan yang dirawat dengan kedekatan.
Baca Juga:
Kedekatan itu pula yang tampak di jalan raya. Sonny tidak segan turun langsung mengatur lalu lintas. Seorang jenderal bintang dua yang berdiri di tengah arus kendaraan, merasakan terik dan debu yang sama dengan anggotanya, menyampaikan sesuatu yang tidak sanggup dikatakan oleh seribu surat edaran: bahwa pemimpin tidak berjarak dari pekerjaan paling sederhana, dan bahwa pelayanan publik dimulai dari hal-hal yang dirasakan warga setiap hari.
Publik jarang keliru menilai ketulusan. Ia tahu mana langkah yang lahir dari pemahaman dan mana yang sekadar mengejar sorotan. Gebrakan Sonny diterima hangat karena menyentuh yang memang dirasakan warga, ditempuh dengan cara yang dipahami warga. Itulah buah dari pemetaan yang matang: kebijakan yang menjejak, bukan melayang.
Kasus ketamin 1,16 ton menjadi cermin lain untuk melihat semua itu. Pengungkapannya berawal dari pemantauan intelijen terhadap gerak kapal yang mencurigakan di Selat Malaka dan Laut Andaman.
Terputusnya sinyal AIS menjadi petunjuk yang tidak dilepaskan begitu saja, hingga berujung penyergapan. Kapal tanker MT Global 168 dibawa ke Belawan pada 21 Oktober 2026 untuk proses hukum lebih lanjut.
Di balik keberhasilan itu ada sinergi Polda Sumut dengan Bareskrim Polri, BNN, Bea dan Cukai, serta unsur kepolisian perairan. Orkestrasi sebesar ini hanya bisa berjalan di bawah pemimpin yang memahami medan dan mampu merangkul banyak pihak.
Kemampuan merangkul itu tidak lahir mendadak. Ia ditempa lewat kebiasaan hadir di tengah umat, ulama, dan warga.
POSMETRO MEDANDalam praktik kepemimpinan, penghargaan paling bermakna bukan berupa pujian di podium. Ia hadir dalam bentuk yang lebih sahih
Editorial 2 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Komitmen menghadirkan lingkungan yang tertata, nyaman, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat terus diwujudkan Pemer
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik pungutan liar
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDANMendukung program 100 hari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Polisi Sektor Medan Helvetia semakin giat lakukan patrol
Medan 6 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pemko Binjai merehabilitasi Jalan Jamin Ginting di Kelurahan Ramb
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung menemui masyarakat dalam kegiatan Gotong Royong Massal dan S
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDANMEDAN Gelombang kecaman dari warga terhadap Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Golkar, Viktor Silaen, belum juga reda
Peristiwa 9 jam lalu
Polres Karo Ikut Deklarasi "Polisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba".
Sumut 21 jam lalu
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Simalungun Pendampingi Penyerapan 10 Ton Jagung Petani ke Bulog Pematang Siantar.
Bisnis 22 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Masa depan bangsa terancam ketika nalar kritis dikalahkan oleh kepentingan material, politik transaksional, dan k
Inter-Nasional 23 jam lalu