Jumat, 02 Oktober 2026

Hari Ini, 25 Tahun Lalu ...

Jafar Sidik - Jumat, 02 Oktober 2026 21:55 WIB
Hari Ini, 25 Tahun Lalu ...
Gedung Graha Pena Medan, markasnya POSMETRO MEDAN.(ist)

POSMETRO MEDANmemperingati anniversary perak. Seperti kemilau dan daya tahan logam mulia, media pelopor jurnalisme pop ini eksis seperempat abad menjadi corong informasi untuk Sumatera Utara. Inilah cukilan sejarahnya.

Catatan : Faisal Matondang

Baca Juga:

POSMETRO MEDAN adalah sejarah monster koran. Buah pikir dan kerja sekelompok wartawan 'out of the box'. Syaiful Ishak, salah satunya.

Baca Juga:

"Kalau naga muncul dan mencabik-cabik kapal ini, bagaimana pun caranya kita jangan sampai terluka parah, apalagi mati. Kita harus selamat agar bisa melaporkan berita besar itu," jokes Syaiful Ishak, dari geladak KM Kelud, suatu hari pada tahun 2001.

Saat itu saya dan dia sekapal dalam pelayaran dari Tanjung Priok ke Belawan. Dan, potongan canda menggambarkan jiwa kewartawanan itu dilemparnya sekitar empat bulan jelang dia menjadi pemred pertama POSMETRO MEDAN.

"Ya, mau buat harian yang tak biasa. Coraknya, koran kriminal," akunya, buka kartu soal formula media anak usaha Jawa Pos di Sumatera Utara.

Omongan itu akhirnya terbukti. Bikin koran tak biasa, di antaranya terbukti lewat harga dan masa edar. Harian pagi dengan price list seceng ini digeber beredar sejak jam 11 malam. Bahkan sempat tetap terbit 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.

Publik terperangah. Apalagi saat melihat 'barangnya'.

Dengan layout ala sirkus plus gaya jurnalisme yang eksploitatif, koran 'mesin uang' tahun-tahun berlalu ini serasa menantang status quo produk media cetak di Sumatera Utara masa itu.

Bahkan gegara tenar menjual berita-berita kriminal dicampur anekdot Lae Togar serta info hiburan dalam arti seluas-luasnya, banyak orang diam-diam bertanya. "Ini koran apa komik?"

Begitulah. Meski rada kontroversi, koran yang lahir Senin pagi 1 Oktober dua puluh lima tahun lalu ini hanya butuh sembilan bulan untuk menjadi candu bacaan. Itu seiring oplahnya melonjak drastis, nyaris 100 ribu eksemplar per edisi.

Dengan gaya penulisan blak-blakan dan kasual ala Medan, kehadiran media ini dikenal ampuh menjangkitkan minat baca di Sumatera Utara. Riset AC Nielsen menyatakan itu.

"Usia ke-25 tahun ini mengantar integritas kami dalam langkah yang semakin gaul terhadap zaman, kian pede di tengah persaingan online," tegas Direktur POSMETRO MEDAN, Zulkifli Tanjung, memaknai peringatan anniversary perak media yang kini menjadi redaksi multi platform.

Seperti Syaiful, Zul -sapaan akrabnya- pun tercatat sebagai generasi perintis yang membangun POSMETRO MEDAN.

Wartawan senior di dunia kepolisian ini bahkan dikenal sebagai algojo redaksi. Ops, itu cerita dua puluh lima tahun lalu. Hari ini (1/10/2026), so happy anniversary.!! (*)

Tags
beritaTerkait
25 Tahun Posmetro Medan, Kenangan Mahadahsyat yang Tak Terlupakan
Rakerda dan Nilai Sebuah Konsistensi
Di Antara Kabut Berastagi dan Masa Depan Jurnalisme
'Gonggongan' Bertuan Publik: Bedah Redaksi Debut POSMETRO MEDAN
Sambut HUT Perak, Posmetro Medan Bikin Rakerda
Kartini di Balik Sapu Perempuan-perempuan Penjaga Kota
komentar
beritaTerbaru
Hari Ini, 25 Tahun Lalu ...

Hari Ini, 25 Tahun Lalu ...

POSMETRO MEDANmemperingati anniversary perak. Seperti kemilau dan daya tahan logam mulia, media pelopor jurnalisme pop ini eksis seperempat

Global 2 jam lalu