Rabu, 11 Februari 2026

20 WNI Berhasil Melarikan Diri dari Kompleks Judi Online di Myanmar

Administrator - Kamis, 23 Oktober 2025 11:11 WIB
20 WNI Berhasil Melarikan Diri dari Kompleks Judi Online di Myanmar
Istimewa
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, melaporkan sebanyak 20 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil melarikan diri dari kompleks judi online di KK Park, wilayah Myawaddy, Kayin State.

POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, melaporkan sebanyak 20 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil melarikan diri dari kompleks judi online di KK Park, wilayah Myawaddy, Kayin State.

"Hingga (Rabu) malam hari ini, KBRI Yangon juga telah menerima konfirmasi dari KBRI Bangkok bahwa otoritas Thailand melaporkan adanya sekitar 20 WNI yang telah berhasil menyeberang ke wilayah Thailand melalui Sungai Moei," kata pernyataan KBRI Yangon, Kamis (23/10/2024), dilansir dari Antara.

KK Park dikenal sebagai kawasan yang dikuasai kelompok Border Guard Force (BGF) dan menjadi pusat aktivitas scam serta judi online. Pada Rabu (22/10/2025), lebih dari 300 warga negara asing, termasuk sekitar 75 WNI, dilaporkan melarikan diri dari kompleks tersebut.

Menurut laporan media setempat dan sumber di lapangan, pelarian massal itu terjadi setelah militer Myanmar (Tatmadaw) bersiap melakukan penggerebekan terhadap area tersebut. KBRI Yangon menyebut, berdasarkan keterangan salah satu WNI di lokasi, kondisi para korban bervariasi.

Sebagian masih berada di dalam kawasan KK Park, sementara lainnya sudah menuju daerah sekitar Myawaddy–Shwe Kokko untuk mencari perlindungan.

Terkait data identitas dan kondisi 20 WNI yang telah berhasil mencapai Thailand, KBRI menegaskan bahwa proses verifikasi tengah dilakukan bersama otoritas di Mae Sot, Thailand. KBRI Yangon menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan KBRI Bangkok dan otoritas Myanmar guna memastikan keselamatan seluruh WNI serta membuka jalur kemanusiaan aman bagi proses evakuasi dan repatriasi.

Sebagai bentuk peringatan keras, KBRI mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri yang tidak resmi, terutama yang mengarah ke wilayah konflik atau daerah rawan kejahatan siber dan perdagangan manusia seperti Myawaddy dan Shwe Kokko.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelindungan dan pemulangan WNI dari kawasan berisiko tersebut.

(wan/bbs)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru