Selasa, 29 September 2026

Toko Serba Ada Bertenaga Robot Muncul di China, Pegawai Indomaret-Alfamart Bisa Punah

Faliruddin Lubis - Sabtu, 28 Maret 2026 20:03 WIB
Toko Serba Ada Bertenaga Robot Muncul di China, Pegawai Indomaret-Alfamart Bisa Punah
Tangkapan Layar Youtube/Galbot
Toko Serba Ada Bertenaga Humanoid Pertama di Dunia - Dioperasikan oleh Galbot G1.

POSMETRO MEDAN,Jakarta- Di era teknologi kecerdasan buatan (AI), muncul kekhawatiran beberapa pekerjaan akan punah. Pasalnya, AI mampu menyelesaikan tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan peran manusia.

Contohnya tampak di Amerika Serikat (AS). Raksasa e-commerce Amazon sudah memanfaatkan robot di fasilitas gudang untuk mengerjakan berbagai tugas.

Sementara itu, China sudah memiliki pusat pelatihan robot di Wuhan yang melatih para robot untuk melakukan pekerjaan seperti membuat kopi dan tugas rumah tangga sehari-hari.

Baca Juga:

Beberapa saat lalu, laporan juga menyebut startup asal China sudah membuka 'warung' yang dikelola robot. Inovasi ini bisa mengancam eksistensi para karyawan toko serba ada, misalnya di Indonesia adalah karyawan di Indomaret dan Alfamart.

Galbot, perusahaan yang bergerak di industri robot, pada Agustus 2025 membuka sebuah kios di Beijing yang dikelola oleh robot menyerupai manusia (humanoid). Mereka menyebut kios tersebut sebagai "toko pertama yang dioperasikan oleh humanoid otonom."

Baca Juga:

Humanoid yang digunakan adalah Galbot G-1, robot berlengan dua yang sudah diluncurkan Galbot sejak Juni 2024. robot/" target="_blank">Robot bisa bergerak ke penjuru kios untuk mengambil barang dan menyerahkannya ke pelanggan, seperti karyawan manusia.

"robot/" target="_blank">Robot Galbot G-1 mengelola semua, melayani ribuan pelanggan tiap hari. Mulai dari menyapa, menyajikan minum, snack, dan obat. Galbot menangani tiap pesanan tanpa perintah dari jarak jauh, ditenagai oleh GroceryVLA dan GraspVLA," kata perusahaan.

Namun, gerakan Galbot G-1 masih cenderung lambat. Fungsinya sebenarnya tidak banyak berbeda dengan vending machine.

Galbot menyatakan kios-kios serupa akan dibuka di penjuru China. Terakhir, Galbot membuka kios di pusat keramaian di Beijing yaitu Summer Palace.

CEO Galbot Wen Airong mengungkapkan ambisi untuk membuka 100 toko di 10 kota di China pada 2026. Untuk mencapai ambisi itu, dia dan tim harus melewat dua tantangan yaitu menciptakan interaksi yang "lebih alami" dan meningkatkan kecepatan operasi.

Pengembang robot, menurut Futurism, memang kesulitan menciptakan sistem sensor suara yang berfungsi dengan lancar di dunia nyata karena perubahan kelantangan suara dan perbedaan aksen.

Persoalan pergerakan juga menjadi tantangan utama, terutama dalam menciptakan robot dua kaki (bipedal). Sampai sekarang, menurut Futurism, belum ada desain yang baku untuk pergerakan robot menggunakan kaki. (CNBC)

Tags
beritaTerkait
Satresnarkoba Binjai Bekuk 4 Terduga Bandar Sabu dan Sita Ekstasi
150 Kg Sabu Diduga Masuk dari Malaysia, Disamarkan dalam Angkutan Galon Air
Haornas ke-43, Pemkab Deli Serdang Apresiasi DPD PKS Ajak Masyarakat Hidup Sehat
Duh... Pria Ini Punya Ganja Kering Diperoleh dari Hasil Panen di Ladang
Kapolres Dairi Bersama Bhayangkari Melayat ke Rumah Duka AIPTU Herbin Silaen, Sampaikan Penghiburan untuk Keluarga
Jembatan Rambing Putus dan Permukiman Tergenang Akibat Banjir di Tukka dan Pandan
komentar
beritaTerbaru