Selasa, 28 Juli 2026

Warganya Rewel soal Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri: Jokowi Jarang ke Luar Negeri juga Disalahkan...

P. Silalahi - Kamis, 11 Juni 2026 14:02 WIB
Warganya Rewel soal Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri: Jokowi Jarang ke Luar Negeri juga Disalahkan...
Biro Setpres
Presiden Prabowo Subianto.

POSMETRO MEDAN- Presiden Prabowo Subianto merasa heran dengan kritik publik terkait intensitas kunjungannya ke luar negeri sejak menjabat sebagai kepala negara.

Menurutnya, kritik serupa juga pernah dialami Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang justru dinilai terlalu jarang ke luar negeri.

Sejak dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024, Prabowo tercatat sudah menjalani 26 rangkaian perjalanan dinas ke luar negeri dengan total kunjungan 29 negara.

Baca Juga:

"Jadi, ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan ya kan 'Jokowi enggak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak peduli politik luar negeri'" kata Prabowo di Lampung, Rabu (10/6/2026).

"Saya sering ke luar negeri, (dibilang) 'Prabowo sering ke luar negeri'. Aneh. Sebenarnya tidak ada masalah gitu, bener enggak," gerutunya.

Baca Juga:

Prabowo menjelaskan, kondisi geopolitik dunia saat ini berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Menurut dia, dinamika global yang semakin tak menentu bikin Indonesia harus aktif menjaga hubungan dengan banyak negara.

"Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung," tegasnya sebagaimana diberitakan Jawa Pos Kamis 11 Juni 2026.

Dia menegaskan, arah politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif dan non-blok.

Karena itu, kata Kepala Negara, Indonesia memilih membangun hubungan baik dengan berbagai negara tanpa terikat pada aliansi militer tertentu.

"Begitu saya terima mandat jadi Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif. 1.000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak. Ini garis yang saya tempuh," tutur Prabowo.

Di sana, Presiden Prabowo juga mencontohkan hubungannya yang tetap baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin maupun Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. Tapi enggak ada masalah," urainya.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa fokus utama pemerintahannya adalah bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia. Ia menilai, kritik dan suara bising dalam politik merupakan hal yang biasa selama arah kebijakan tetap berpihak kepada rakyat.

"Noise selalu ada, yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," pungkasnya.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kagum Tenun Songket Siti Francyus Sinaga
Maruli Simanjuntak Ingatkan 514 Perwira Muda Akmil Pegang Teguh Arahan Presiden
282 Paja Akpol Angkatan ke-58 Ikuti Tradisi Penyambutan, Ini Pesan Presiden Prabowo
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik yang Mundur
5 Pejabat Kejagung Diangkat, Leonard Eben Ezer Simanjuntak Jadi Jampidum
Presiden Prabowo Resmi Lantik Tribrata Putra Sambo Perwira Polri Berpangkat Inspektur Dua
komentar
beritaTerbaru