Jalan Parbarakan Diperbaiki, Warga: Waktu Tempuh ke Kecamatan Hanya 10 Menit
POSMETRO MEDAN, Pagar Merbau Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan, kembali memperkenalkan papan informasi berwarna hijau pada ru
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Gagasan menghadirkan Kampung Haji Indonesia di Mekkah kian menguat sebagai simbol kehadiran Indonesia di Tanah Suci.
Baca Juga:
Kawasan yang dirancang menjadi pusat layanan jamaah ini lahir dari capaian diplomatik setelah Indonesia memenangkan tender pengelolaan area strategis di Mekkah.
Pemerintah menyebut kawasan tersebut akan menjadi lokasi terintegrasi bagi pelayanan jamaah haji dan umroh Indonesia, termasuk penginapan, pusat layanan, hingga fasilitas pendukung lainnya yang memudahkan jamaah selama beribadah.
Baca Juga:
Langkah awal kehadiran Indonesia ditandai dengan akuisisi Hotel Novotel Makkah Thakher City yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Ke depan, pemerintah melalui skema investasi nasional menyiapkan pengembangan kawasan tersebut dengan pembangunan sejumlah menara hotel tambahan dan fasilitas pendukung lainnya.
HIPSI: Kampung Haji Momentum Ekonomi Umat
Dukungan terhadap proyek ini datang dari berbagai kalangan, termasuk Himpunan Pengusaha Syariah Indonesia (HIPSI).
Ketua Umum HIPSI, Efriadi Gusman Effendi atau yang akrab disapa Bang Redy, menyebut Kampung Haji sebagai langkah strategis yang bukan hanya meningkatkan pelayanan jamaah, tetapi juga membuka peluang ekonomi umat.
"Kami sangat mengapresiasi hadirnya Kampung Haji. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi tentang menghadirkan Indonesia lebih dekat dengan jamaahnya di Tanah Suci," ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan jajaran pengurus HIPSI, antara lain Edi Waryono (Sekretaris Umum), Silvia Fitriani (Bendahara Umum), Sri Wahyuni (Ketua Bidang Organisasi), dan Nurjannah Dongoran (Ketua Bidang Ekspor).
Dalam salah satu kesempatan, jajaran HIPSI juga bertemu dengan Prof. Jaenal Effendi, Dirjen Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, membahas penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Belajar dari Asrama Haji
Menurut Bang Redy, denyut ekonomi haji sebenarnya sudah lama tumbuh di Indonesia, terutama di asrama haji embarkasi.
Setiap musim haji, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) hadir membuka stan untuk memenuhi kebutuhan jamaah.
Produk yang dipasarkan pun beragam, mulai dari perlengkapan ibadah hingga makanan khas daerah. HIPSI mendorong agar UKM yang terlibat merupakan pelaku usaha yang telah memiliki NIB, sertifikasi halal, izin BPOM, serta bermitra dengan travel haji dan umrah.
"Selama ini mereka selalu hadir tiap musim, tapi belum terorganisasi secara berkelanjutan. Kampung Haji bisa menjadi momentum penataan agar UKM haji dan umrah punya wadah yang lebih resmi dan kuat," jelasnya.
Dari Daerah ke Tanah Suci
Konsep yang tumbuh di asrama haji itu dinilai bisa diperluas di Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.
Kawasan ini diharapkan tak hanya berisi hotel, tetapi juga menghadirkan:
fasilitas kesehatan
Menghadirkan Kuliner Nusantara
Food Court,
Minimarket, dan produk
khas daerah yang juga menjadi bentuk bagian prioritas dalam pelanyanan jama'ah.
Kuliner Nusantara
Minimarket, dan produk khas daerah
Ruang usaha bagi diaspora Indonesia di Arab Saudi
Dengan begitu, jamaah dari berbagai provinsi dapat menemukan produk khas daerahnya di Tanah Suci, sekaligus membuka peluang usaha bagi warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi.
Peran Diaspora dan Standar Global
HIPSI juga menggandeng ICSA (Indonesian Chef Saudi Arabia) yang diketuai Agus Guntur untuk mendukung pengembangan kuliner Indonesia di kawasan tersebut. Komunitas ini siap membantu pelaku usaha yang ingin membuka restoran Indonesia di Arab Saudi.
Selain itu, HIPSI mendorong pelaku usaha yang sudah menembus pasar ekspor ke Saudi agar membantu UKM lain naik kelas. Jika di dalam negeri cukup dengan NIB, halal, dan BPOM, maka untuk pasar Saudi diperlukan standar SFDA (Saudi Food and Drug Authority).
Simbol Kehadiran Indonesia
Bagi HIPSI, Kampung Haji adalah simbol kehadiran Indonesia yang lebih mandiri dalam melayani jamaahnya.
Bukan sekadar kawasan properti, tetapi pusat layanan sekaligus ruang tumbuh bagi ekonomi syariah Indonesia.
"Ini rumah Indonesia di Tanah Suci. Tempat jamaah merasa lebih dekat dengan negerinya, sekaligus ruang bagi pelaku usaha Indonesia untuk berkembang," tutup Bang Redy.(erni)
POSMETRO MEDAN, Pagar Merbau Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan, kembali memperkenalkan papan informasi berwarna hijau pada ru
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur perkotaan yang lebih te
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dugaan praktik jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Grat
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Deli Serdang secara resmi menyerahkan surat
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pembang
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Sergai Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi salah satu upaya mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat,
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN Sidang perkara dugaan korupsi jasa pemanduan kapal di lingkungan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Belawan
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN Medan, Memasuki musim hujan, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan meningkatkan kesiap
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Bareskrim Polri dan Polrestabes Medan, Minggu (11/10) dini hari melakukan joint operation di kota Medan. Tim gabunga
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Bareskrim Polri dan Polrestabes Medan, Minggu (11/10) dini hari melakukan joint operation di kota Medan. Tim gabunga
Medan 9 jam lalu