Minggu, 26 Juli 2026

Aksi Curanmor di Sibabangun Terbongkar, ,saat Pelaku Mau Jual

Evi Tanjung - Minggu, 26 Juli 2026 19:31 WIB
Aksi Curanmor di Sibabangun Terbongkar, ,saat  Pelaku Mau Jual
Gabriel
Tersangka dengan kereta curiannya

POSMETRO MEDAN, TAPANULI TENGAH — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) menangkap seorang pria berinisial AS (20), warga Desa Partudungan, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. AS ditangkap atas dugaan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan resmi korban, MST (27), warga Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, tertanggal 24 Juli 2026.

Pencurian ini terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, sepeda motor Honda Beat Street warna hitam milik korban terparkir di teras sebuah rumah di Dusun I Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah. Korban yang berada di dalam rumah baru menyadari kendaraannya raib saat keluar ke teras. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp28.000.000.

Baca Juga:

Pengungkapan kasus bermula pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, saat Tim Opsnal Satreskrim Polres Tapteng menerima informasi masyarakat terkait rencana transaksi penjualan sepeda motor tanpa dokumen resmi di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Tapteng berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Padangsidimpuan. Pada pukul 13.10 WIB, petugas berhasil mengamankan pelaku AS yang hendak menjual kendaraan bodong tersebut.

Baca Juga:

Dari hasil pemeriksaan awal serta pencocokan nomor rangka dan nomor mesin, sepeda motor yang dibawa pelaku terbukti identik dengan milik korban yang hilang di Desa Anggoli. Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Tapanuli Tengah untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Tapanuli Tengah melalui Kasat Reskrim IPTU Dian AP, S.H., menyampaikan bahwa pelaku telah mengakui perbuatannya dan saat ini tengah menjalani proses penyidikan.

"Terhadap pelaku AS, kami sangkakan Pasal 477 ayat (1) huruf e UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun atau denda paling banyak kategori VI," ujar IPTU Dian AP. ( Gab)

Tags
beritaTerkait
Rifani Putri Azani Lubis Mahasiswi ST Bhinneka Raih Miss Intelegensia Miss Hijab Sumatera Utara 2026
Rumah Zakat dan Kitabisa Salurkan 100 Paket Fidyah untuk Nelayan Dhuafa di Pekan Labuhan
Pelantikan PW ISMI Sumut Meriah, Nispul Khoiri Katakan ISMI Adalah Pusat Pemikiran Melayu
Respons Cepat DPC GRIB Jaya Kota Medan, Bantu Pak Junaidi yang Viral Kehilangan Kompresor dan Biayai Sekolah Anaknya
Polres Tapsel Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba Lintas Kabupaten
Mengenal Lebih Dekat Sosok Bonauli Rajagukguk, S.H
komentar
beritaTerbaru