POSMETRO MEDAN- Seorang sopir taksi online di Medan berinisial JST (21) mencuri 11 alat musik gereja yang totalnya mencapai Rp61 juta
Adapun JST sopirtaksionline yang nekat mencuri alat musik dari gereja ngaku terdesak karena mau membayar cicilanmobil.
Baca Juga:
Terduga pelaku JST melakukan aksi pencurian alat alat musik, dan sejumlah barang gereja GBI Eklesia di Jalan SM Raja, Gang Gereja, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, pada Rabu (5/8/2026) lalu.
Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan mengatakan satu orang tersangka berinisial JST (21), warga Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, ditangkap.
Baca Juga:
Tersangka, yang berprofesi sebagai sopir taksi online ternyata merupakan mantan penjaga gereja.
Omrin Siallagan mengatakan, tersangka ditangkap 5 hari setelah kejadian, tepatnya 10 Agustus kemarin, saat sedang nongkrong di kafe Kopi Kenangan, Jalan Ahmad Yani Medan.
Usai ditangkap, tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian di gereja tersebut.
Adapun barang-barang yang dicurinya mulai dari 1 unit piano digital merk yamaha MX 88, 2 gitar elektrik, 1 gitar bass merk Marcus Miller v3 warna kuning, 1 speaker beringer, 1 speaker bass, 1 mixer sound, 2 set microphone wireles, 1 gitar effect dan 1 mesin jahit.
"Termonitor pelaku sedang nongkrong di kopi kenangan di jalan Ahmad Yani dan team langsung menghampiri dan mengamankan pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Omrin Siallagan, seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Sidikalang dairi yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Kamis 13 Agustus 2026.
Polisi menjelaskan, tersangka baru menjual 1 unit gitar dari hasil pencurian itu.
Sedangkan barang-barang lainnya belum sempat terjual, karena masih menunggu calon pembeli.
Omrin mengatakan, pengakuan tersangka nekat mencuri alat musik dan sejumlah barang di gereja karena terlilit utang.
Kemudian, dia juga diduga terdesak untuk membayar cicilan mobil pribadi yang gunakan untuk menjadi sopir taksi online.
"Baru gitar yang dijual. Uangnya untuk kebutuhan dan cicilan kredit."
Omrin mengungkapkan, pencurian di gereja bermula pada Rabu 5 Agustus lalu, EF, salah satu jemaat melihat alat musik dan sejumlah barang hilang. Kemudian, pintu belakang gereja juga rusak diduga dijebol.***
Tags
beritaTerkait
komentar