Meriahkan HUT RI ke-81, Kodim 0201/Medan Gelar Lomba 17 Agustus
Meriahkan HUT RI ke81, Kodim 0201/Medan Gelar Lomba 17 Agustus.
Medan 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN,BINJAI – Aksi penipuan dengan modus mengatasnamakan petugas Bea dan Cukai kembali marak. Kali ini, seorang warga Binjai Selatan bernama Rospida Dolok Saribu (46) warga Binjai Estate , Kecamatan Binjai Selatan, hampir jadi korban penipuan. Ini setelah dia menerima pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Dalam pesan tersebut, pelaku menginformasikan bahwa korban melakukan pembelian pakaian di sebuah toko online bernama Toko Galery Batik.
Baca Juga:
Barang pesanan disebut tertahan karena tidak dilengkapi "Label Pajak". Pelaku kemudian mengancam barang akan disita dan kasus dilimpahkan ke ranah hukum jika biaya label tidak segera dibayarkan.
Tak tanggung-tanggung, pelaku meminta korban segera mentransfer uang senilai Rp2,7 juta ke rekening pribadi atas nama Muhammad Hisyam Al Huhajir di salah satu bank nasional. Untuk meyakinkan korban, pelaku turut mengirimkan foto kartu identitas dan surat palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Baca Juga:
Pesan ancaman terus dilancarkan, bahkan pelaku menakut-nakuti korban dengan mengatakan akan mengirim surat penangkapan ke kepolisian jika dalam 30 menit tidak ada pembayaran.
Korban Rospida Dolok Saribu, warga Binjai yang hampir menjadi korban penipuan ini, mengaku awalnya panik saat menerima pesan dari seseorang yang mengaku petugas Bea Cukai.
"Saya tiba-tiba dapat pesan WhatsApp, katanya saya membeli pakaian dari toko online dan barang saya tertahan di bandara. Mereka bilang saya harus bayar Rp2,7 juta untuk biaya label pajak. Kalau tidak, kasusnya akan dibawa ke polisi. Ia mengatakan, pelaku bahkan mengirim foto kartu identitas dan surat resmi palsu untuk meyakinkan dirinya," ujar Rospida, Senin (8/9/2025)
"Awalnya saya sempat ragu dan takut, karena mereka bilang bisa ditangkap kalau tidak segera bayar. Tapi setelah saya pikir-pikir, ada banyak kejanggalan, apalagi nomor rekeningnya atas nama pribadi, bukan instansi," tambahnya.
Rospida pun memilih tidak menuruti permintaan pelaku dan menyadari bahwa hal itu adalah modus penipuan.
"Saya bersyukur tidak sempat transfer uang. Semoga dengan kejadian ini, masyarakat lebih hati-hati dan tidak mudah percaya kalau ada yang minta uang dengan mengatasnamakan Bea Cukai atau instansi pemerintah lainnya," pungkasnya. ( Oji )
Meriahkan HUT RI ke81, Kodim 0201/Medan Gelar Lomba 17 Agustus.
Medan 3 menit lalu
Tim gabungan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan moge ilegal.
Inter-Nasional satu jam lalu
Bupati Humbang Hasundutan mengukuhkan Paskibraka kabupaten Tahun 2026.
Sumut 3 jam lalu
Paskibra Kecamatan Jorlang Hataran Dikukuhkan, Gladi Upacara HUT RI ke81 Berlangsung Khidmat.
Sumut 4 jam lalu
Bayi di NTT Lahir Saat Gempa, Diberi Nama Agustin Gempita Aurora.
Viral 4 jam lalu
Resmi Diumumkan, Berikut Susunan Lengkap Pejabat Utama dan 17 Kapolsek Baru Polres Simalungun.
Sumut 4 jam lalu
Bebaskan Biaya Kirim, PELNI Buka Posko Logistik Bantuan Korban Gempa NTT.
Inter-Nasional 4 jam lalu
Reskrim Polsek Bandar Huluan Ungkap Pencurian 34 Tabung Gas, Dua Pelaku Diamankan.
Peristiwa 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan DPW Partai Amanat Nasional Provinsi Sumatera Utara menyambut baik keputusan DPP PAN yang menunjuk Dudy Purwagandhi s
Politik 5 jam lalu
Wakapolres, Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim Polres Dairi Berganti, Kapolres Tekankan Pengabdian dan Tantangan Tugas.
Sumut 5 jam lalu