DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN,BINJAI – Aksi penipuan dengan modus mengatasnamakan petugas Bea dan Cukai kembali marak. Kali ini, seorang warga Binjai Selatan bernama Rospida Dolok Saribu (46) warga Binjai Estate , Kecamatan Binjai Selatan, hampir jadi korban penipuan. Ini setelah dia menerima pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Dalam pesan tersebut, pelaku menginformasikan bahwa korban melakukan pembelian pakaian di sebuah toko online bernama Toko Galery Batik.
Baca Juga:
Barang pesanan disebut tertahan karena tidak dilengkapi "Label Pajak". Pelaku kemudian mengancam barang akan disita dan kasus dilimpahkan ke ranah hukum jika biaya label tidak segera dibayarkan.
Tak tanggung-tanggung, pelaku meminta korban segera mentransfer uang senilai Rp2,7 juta ke rekening pribadi atas nama Muhammad Hisyam Al Huhajir di salah satu bank nasional. Untuk meyakinkan korban, pelaku turut mengirimkan foto kartu identitas dan surat palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Baca Juga:
Pesan ancaman terus dilancarkan, bahkan pelaku menakut-nakuti korban dengan mengatakan akan mengirim surat penangkapan ke kepolisian jika dalam 30 menit tidak ada pembayaran.
Korban Rospida Dolok Saribu, warga Binjai yang hampir menjadi korban penipuan ini, mengaku awalnya panik saat menerima pesan dari seseorang yang mengaku petugas Bea Cukai.
"Saya tiba-tiba dapat pesan WhatsApp, katanya saya membeli pakaian dari toko online dan barang saya tertahan di bandara. Mereka bilang saya harus bayar Rp2,7 juta untuk biaya label pajak. Kalau tidak, kasusnya akan dibawa ke polisi. Ia mengatakan, pelaku bahkan mengirim foto kartu identitas dan surat resmi palsu untuk meyakinkan dirinya," ujar Rospida, Senin (8/9/2025)
"Awalnya saya sempat ragu dan takut, karena mereka bilang bisa ditangkap kalau tidak segera bayar. Tapi setelah saya pikir-pikir, ada banyak kejanggalan, apalagi nomor rekeningnya atas nama pribadi, bukan instansi," tambahnya.
Rospida pun memilih tidak menuruti permintaan pelaku dan menyadari bahwa hal itu adalah modus penipuan.
"Saya bersyukur tidak sempat transfer uang. Semoga dengan kejadian ini, masyarakat lebih hati-hati dan tidak mudah percaya kalau ada yang minta uang dengan mengatasnamakan Bea Cukai atau instansi pemerintah lainnya," pungkasnya. ( Oji )
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 11 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 12 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 15 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 16 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 17 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 18 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 19 jam lalu