POSMETROMEDAN, Medan - Polrestabes Medan sukses membongkar jaringan besar penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam operasi intensif selama 100 hari terakhir. Hasilnya, polisi menyita belasan ton BBM beserta sederet kendaraan yang telah dimodifikasi secara khusus untuk menampung bahan bakar ilegal tersebut.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa operasi ini dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat serta informasi viral terkait kelangkaan dan penyelewengan BBM bersubsidi di wilayah hukum Polrestabes Medan.
"Setidaknya ada enam kasus yang kami ungkap per hari ini. Tiga kasus tertangkap tangan saat melakukan pengisian di SPBU, sementara tiga lainnya menggunakan kendaraan dengan wadah yang sudah dimodifikasi," ujar Kombes Pol Jean Calvijn dalam paparan di Mapolrestabes Medan, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga:

Baca Juga:
Selanjutnya tim menemukan adanya kerja sama antara pembeli langganan dengan operator SPBU. Pelaku mengisi BBM berkali-kali menggunakan wadah besar dengan bantuan oknum petugas di lapangan.
Pelaku menggunakan mobil jenis Espass yang bagian dalamnya telah dikosongkan untuk menampung puluhan jerigen. Saat mengisi di SPBU, BBM tidak masuk ke tangki standar, melainkan langsung ke jerigen melalui sistem yang dimodifikasi," ucap Jean Calvijn
Kemudian tim menemukan truk tangki berwarna biru-putih yang berfungsi sebagai transporter. Alih-alih mendistribusikan secara resmi, tangki ini mengambil BBM dari gudang-gudang ilegal untuk dikirim ke lokasi lain.
"Tangkapan terbesar melibatkan truk Fuso yang membawa tangki-tangki rakitan di atas baknya dengan total muatan mencapai 12 ton BBM," ungkap Jean Calvijn
Tags
beritaTerkait
komentar