Christina juga memiliki alasan mengapa tidak terima, sebab saat membeli rumah itu ayah mereka meminjam KTP Andrew yang kebetulan sudah menetap kuliah di Medan.
"Waktu itu bapak kami menggunakan KTP dia (Andrew) karena dia sudah menetap dan memiliki KTP Medan. Tapi sekarang karena namanya tertera di surat pembelian jadi membuatnya berkuasa," bener Tina.
Baca Juga:
Monang juga turut menimpali bahwa sifat serakah abangnya tersebut bukan terjadi di rumah Medan Petisah saja. Ada juga rumah lainnya yang sudah dikuasai Andrew meskipun itu adalah harta warisan bersama.
"Kami akan coba telaah masalah ini bila perlu sampai ke ranah hukum pun akan kami tempuh, karena kami juga anak sama statusnya seperti dia," tutup Monang.
Baca Juga:
Terpisah, dokter Andrew saat dikonfirmasi via telepon WA, awalnya mau berbicara dengan santai mengatakan hal internal keluarga tidak perlu diumbar ke publik.
"Ini kan bisa dibicarakan baik-baik jadi tak perlu lah ke media," jawab Andrew.
Namun tidak lama setelah mengatakan itu, dokter jebolan USU ini malah menarik kembali jawabannya dan mengatakan tidak boleh dikutip menjadi konfirmasi berita karena tanpa ada izinnya.
Padahal wartawan sudah terlebih dahulu memperkenalkan diri dan maksud tujuan konfirmasi berita dan dipersilahkan oleh dokter Andrew dari chat WA. (Dam)
Tags
beritaTerkait
komentar