POSMETROMEDAN, Medan - Masa remaja adalah masa penuh perubahan bagi anak, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Hubungan orangtua dan anak pun ikut bertransformasi. Jika dulu orangtua berperan sebagai pengasuh utama, kini hubungan mulai terasa lebih setara. Namun, jangan salah anak remaja tetap membutuhkan dukungan, rasa aman, dan bimbingan dari orangtuanya.
Dilansir dari berbagai sumber termasuk Raising Children Network, hubungan yang positif dan komunikasi yang sehat antara orangtua dan anak dapat membantu membangun rasa percaya diri, ketahanan mental, hingga mencegah perilaku berisiko dari kenalan remaja.
Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah komunikasi antara orangtua dan anak remaja sudah sehat? Yuk, simak tanda-tandanya berikut ini.
1. Mendengarkan Secara Aktif dan Empatik
Salah satu tanda komunikasi sehat adalah ketika orangtua benar-benar mendengarkan anak. Bukan hanya mendengar kata-kata, tetapi juga memahami perasaan di baliknya. Duduk berhadapan, menjaga kontak mata, dan tidak langsung menghakimi akan membuat anak merasa aman untuk berbagi.
2.Dialog Terbuka tentang Topik Apa pun
Remaja sering menghadapi hal-hal baru : mulai dari pertemanan, cinta pertama, hingga tekanan yang berasal dari sekolah. Komunikasi sehat ditandai dengan keterbukaan untuk membahas topik apa saja, bahkan yang sulit atau sensitif. Sahabat Fimela, sebagai orangtua kamu dapat memberi arahan dengan bijak, bukan menghindari percakapan.
3. Saling Menghargai dan Mempercayai
Hubungan yang baik dibangun dari rasa saling menghormati. Orangtua yang menghargai pandangan anak meski berbeda dapat menciptakan ruang aman untuk diskusi. Kepercayaan ini dapat membuat anak berani bercerita dan meminta bantuan ketika dibutuhkan.
Tags
beritaTerkait
komentar