4. Kehadiran Emosional
Kehadiran emosional lebih dari sekadar hadir secara fisik, komunikasi sehat menuntut orangtua untuk hadir secara emosional. Menjadi tempat bersandar, memberikan empati, dan dapat mendukung anak saat mereka mengalami naik-turun emosi akan memperkuat ikatan keluarga.
5, Waktur Berkualitas Bersama
Komunikasi sehat tak selalu datang dari obrolan serius. Makan malam bersama, menonton film, atau bahkan bercanda di ruang keluarga bisa mempererat hubungan. Rutinitas sederhana ini memberi anak sinyal bahwa orangtua selalu ada untuk mereka.
6. Penyelesaian Konflik yang Empatik
Pertengkaran wajar terjadi, tetapi cara menyelesaikannya adalah kuncinya. Komunikasi sehat ditandai dengan kemampuan kedua pihak untuk mendengar sudut pandang masing-masing, meminta maaf bila perlu, dan mencari solusi tanpa memperpanjang masalah.
7. Memberikan Ruang untuk Mandiri
Anak yang beranjak remaja sedang mencari jati diri. Komunikasi sehat memberi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan pendapat dan membuat keputusan sendiri, dengan tetap berada dalam pengawasan yang mendukung.
Tags
beritaTerkait
komentar