DPN Gelar Semarak Gebyar HUT ke-81 RI di Stadion Teladan Medan
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Peduli Negeri (DPN) Sumatera Utara m
Medan 12 menit lalu
POSMETROMEDAN,Medan - Dulu, penyakit jantung lebih sering menyerang kelompok usia lanjut. Kini, tren tersebut telah bergeser. Makin banyak usia muda mengalami serangan jantung. Gaya hidup yang tidak sehat membuat mereka rentan terhadap penyakit silent killer itu.
"Betul. Memang ada pergeseran usia. Dulu rata-rata usia penderita penyakit jantung di atas 60 tahun, sekarang usia 30-an sudah banyak yang kena. Pasien saya paling muda usia 28 tahun," ujar Dr dr Yan Efrata Sembiring SpB SpBTKV(K)-VE, seperti dikutip dari Jawapos.com , Rabu (4/2/2026).
Baca Juga:
Penyebabnya Multifaktorial
Menurut dia, pergeseran usia penderita ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang sifatnya multifaktorial. Bukan hanya satu penyebab tunggal, tetapi kombinasi dari gaya hidup yang tidak sehat. Pola makan, misalnya, tak lagi didasarkan pada gizi. ''Orang sekarang makan bukan mikir sehat atau nggaknya. Yang penting kenyang dan bisa lanjut aktivitas. Akhirnya yang dipilih makanan instan dan praktis, tapi lemaknya tinggi,'' ujar jelas dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular, konsultan vaskular dan endovaskular Mayapada Hospital Surabaya itu.
Baca Juga:
Stres juga disebut sebagai pemicu yang signifikan. ''Usia-usia produktif itu bekerja keras, stres tinggi, dan jarang olahraga. Mobilisasi juga minim. Semua ini faktor risiko,'' papar Yan. Belum lagi kebiasaan merokok yang masih tinggi, termasuk rokok elektrik dan konsumsi gula berlebihan.
Riwayat Keluarga Mempengaruhi
Meski gaya hidup jadi penyumbang utama, faktor keturunan jangan diabaikan. Faktor genetik tetap memiliki pengaruh terhadap risiko penyakit jantung. ''Kalau ada genetiknya, memang risiko serangan jantung makin besar. Tapi genetik itu tidak akan jadi masalah bila tidak ada pemicunya,'' ungkapnya.
Apabila seseorang membawa gen bawaan dan diperparah dengan gaya hidup tidak sehat, maka risiko menderita penyakit jantung akan semakin tinggi dan bisa datang lebih cepat. ''Jadi bukan berarti karena tidak ada keturunan (sakit jantung, Red), kita bebas. Banyak juga yang masih muda, tidak punya riwayat keluarga, tapi kena serangan jantung karena gaya hidupnya,'' lanjutnya.
Yang Terlihat Sehat Juga Bisa Berisiko
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Peduli Negeri (DPN) Sumatera Utara m
Medan 12 menit lalu
Sejumlah wisatawan dan penggemar olah raga kano asal Inggris didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Pakpak Bharat Maringan Bancin.
Sport 55 menit lalu
Wabup Samosir Bersama Dirjen Hortikultura Kementan Tanam Bawang Putih, Dorong Samosir Jadi Sentra Swasembada Pangan.
Bisnis satu jam lalu
Polres Karo Ungkap Peredaran Sabu di Kedai Tuak, Seorang Pria Diamankan.
Kriminal 2 jam lalu
Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Tandai Pembukaan Kompetisi QRIS Padel Championship Tahun 2026
Sport 3 jam lalu
Meriahkan HUT RI ke81, Kodim 0201/Medan Gelar Lomba 17 Agustus.
Medan 4 jam lalu
Tim gabungan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan moge ilegal.
Inter-Nasional 5 jam lalu
Bupati Humbang Hasundutan mengukuhkan Paskibraka kabupaten Tahun 2026.
Sumut 6 jam lalu
Paskibra Kecamatan Jorlang Hataran Dikukuhkan, Gladi Upacara HUT RI ke81 Berlangsung Khidmat.
Sumut 7 jam lalu
Bayi di NTT Lahir Saat Gempa, Diberi Nama Agustin Gempita Aurora.
Viral 8 jam lalu