DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 11 jam lalu
POSMETROMEDAN,Medan - Dulu, penyakit jantung lebih sering menyerang kelompok usia lanjut. Kini, tren tersebut telah bergeser. Makin banyak usia muda mengalami serangan jantung. Gaya hidup yang tidak sehat membuat mereka rentan terhadap penyakit silent killer itu.
"Betul. Memang ada pergeseran usia. Dulu rata-rata usia penderita penyakit jantung di atas 60 tahun, sekarang usia 30-an sudah banyak yang kena. Pasien saya paling muda usia 28 tahun," ujar Dr dr Yan Efrata Sembiring SpB SpBTKV(K)-VE, seperti dikutip dari Jawapos.com , Rabu (4/2/2026).
Baca Juga:
Penyebabnya Multifaktorial
Menurut dia, pergeseran usia penderita ini disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang sifatnya multifaktorial. Bukan hanya satu penyebab tunggal, tetapi kombinasi dari gaya hidup yang tidak sehat. Pola makan, misalnya, tak lagi didasarkan pada gizi. ''Orang sekarang makan bukan mikir sehat atau nggaknya. Yang penting kenyang dan bisa lanjut aktivitas. Akhirnya yang dipilih makanan instan dan praktis, tapi lemaknya tinggi,'' ujar jelas dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular, konsultan vaskular dan endovaskular Mayapada Hospital Surabaya itu.
Baca Juga:
Stres juga disebut sebagai pemicu yang signifikan. ''Usia-usia produktif itu bekerja keras, stres tinggi, dan jarang olahraga. Mobilisasi juga minim. Semua ini faktor risiko,'' papar Yan. Belum lagi kebiasaan merokok yang masih tinggi, termasuk rokok elektrik dan konsumsi gula berlebihan.
Riwayat Keluarga Mempengaruhi
Meski gaya hidup jadi penyumbang utama, faktor keturunan jangan diabaikan. Faktor genetik tetap memiliki pengaruh terhadap risiko penyakit jantung. ''Kalau ada genetiknya, memang risiko serangan jantung makin besar. Tapi genetik itu tidak akan jadi masalah bila tidak ada pemicunya,'' ungkapnya.
Apabila seseorang membawa gen bawaan dan diperparah dengan gaya hidup tidak sehat, maka risiko menderita penyakit jantung akan semakin tinggi dan bisa datang lebih cepat. ''Jadi bukan berarti karena tidak ada keturunan (sakit jantung, Red), kita bebas. Banyak juga yang masih muda, tidak punya riwayat keluarga, tapi kena serangan jantung karena gaya hidupnya,'' lanjutnya.
Yang Terlihat Sehat Juga Bisa Berisiko
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 12 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 13 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 16 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 17 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 18 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 19 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 19 jam lalu