Hidup terasa berat karena kamu sedang membangun sesuatu yang mungkin belum terlihat hasilnya. Di masa seperti ini, kamu mulai memahami bahwa tidak semua hal perlu diumumkan, tidak semua perjuangan harus divalidasi.
Baca Juga:
Dulu mungkin kamu merasa perlu didukung agar tetap semangat. Kamu ingin orang lain melihat usahamu dan mengakuinya. Sekarang, kamu mulai lebih tenang. Kamu bekerja dalam diam. Kamu memperbaiki diri tanpa harus selalu membuktikan sesuatu.
Ini bukan berarti kamu tidak peduli dengan apresiasi. Tetapi kamu tidak lagi bergantung padanya untuk merasa berharga.
Baca Juga:
Saat kamu bisa tetap melangkah meski tidak semua orang memahami perjuanganmu, itu tanda kedewasaan. Kamu tidak lagi menjadikan penilaian orang lain sebagai pusat hidupmu.
Kamu mulai menyadari bahwa pertumbuhan adalah perjalanan pribadi. Kadang bahkan orang terdekat pun tidak sepenuhnya tahu apa yang sedang kamu hadapi. Dan itu tidak apa-apa.
Ketika validasi tidak lagi menjadi kebutuhan utama, kamu sedang membangun kekuatan dari dalam.
3. Kamu Berani Membuat Batasan yang Sehat
Salah satu fase paling berat dalam hidup adalah ketika kamu mulai belajar mengatakan "tidak." Tidak pada hal-hal yang menguras energi. Tidak pada hubungan yang tidak sehat. Tidak pada tuntutan yang melampaui kapasitasmu.
Membuat batasan seringkali terasa tidak nyaman. Kamu mungkin takut dianggap berubah, egois, atau tidak lagi peduli. Ada rasa bersalah saat tidak selalu bisa menyenangkan semua orang.Namun justru di situlah tanda pertumbuhan terlihat.
Tags
beritaTerkait
komentar