Minggu, 01 Maret 2026
Resensi Buku

RE Nainggolan — The Untold Stories: Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian

Jafar Sidik - Minggu, 01 Maret 2026 17:57 WIB
RE Nainggolan — The Untold Stories: Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian
Toga Nainggolan (kiri), penulis The Untold Stories: Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian, berbicara tentang RE Nainggolan (kanan).

Oleh: Jafar Sidik

BUKU biografi tokoh masyarakat sekaligus sosok birokrat terkemuka Sumatera Utara, Dr R.E. Nainggolan, MM, The Untold Stories: Keyakinan, Perjuangan, dan Pengabdian merupakan sebuah karya biografi yang tidak sekadar mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh birokrat senior, melainkan juga menegaskan bagaimana nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan pengabdian dapat menjadi fondasi moral yang relevan bagi generasi masa kini.

Disusun secara runtut dengan penuturan yang mengalir sangat "smooth", narasi buku ini meliputi lima babak kehidupan RE Nainggolan, dari masa kecil yang penuh dinamika, perjalanan pendidikan, hingga puncak kariernya sebagai birokrat yang mencapai jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara.

Baca Juga:

Perjalanan karier RE Nainggolan, guratan jejak kedisiplinan, loyalitas, keteguhan prinsip, serta keteladanan dalam layanan publik, terekam secara gamblang pada halaman demi halaman yang tersaji.

Pembaca seperti dibawa berkelana kembali ke masa lalu, melihat bagaimana Rustam, seorang pegawai muda yang baru lulus dari APDN Medan, bekerja sebagai staf biasa di kantor Camat Pahae Jae, Tapanuli Utara.

Baca Juga:

Apapun tugas yang dipercayakan atasan, termasuk membuat amplop dari kertas sisa, atau bahkan menjadi kurir mengantar surat, semua dilakoni dengan kesungguhan.

Kariernya kemudian menanjak bahkan melesat. Dia dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Tapanuli Utara di usia yang sangat muda, kemudian menjadi Sekwilda Kabupaten Dairi, sebelum kembali ke Tapanuli Utara menjadi Bupati.

Salah satu kekuatan utama buku ini adalah penggambaran yang mengalir mulus sehingga kita seolah menyaksikan dari dekat alur kehidupannya yang penuh warna dan dinamika. Membaca kehidupan RE Nainggolan tidak hanya sebagai kisah pribadi, tetapi sebagai refleksi atas nilai-nilai fundamental dalam birokrasi dan pelayanan publik. Lewat serangkaian kisah dan sesekali anekdot yang menggelitik, pembaca diajak memahami bahwa jabatan pemerintahan bukan sekadar posisi kekuasaan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan integritas, komitmen, dan pengabdian tanpa pamrih.

Selain itu, buku ini memuat berbagai hal yang jarang terungkap dalam kisah biografis tokoh pemerintahan pada umumnya. Misalnya, bagaimana RE Nainggolan menolak tawaran menjadi komisaris suatu perusahaan besar, yang menunjukkan sikap tegasnya bahwa peran publik berbeda esensinya dari keuntungan pribadi. Juga digambarkan dengan gamblang, mengapa dia menolak melanjutkan periode menjadi Bupati Tapanuli Utara, di tengah dukungan yang begitu solid, atau apa yang sesungguhnya terjadi di tengah dinamika luar biasa Pilgubsu 2013.

Aspek lain yang juga mendapat sorotan adalah integrasi nilai-nilai moral dan spiritual dalam pola kepemimpinannya; tokoh ini digambarkan berpegang kuat pada keyakinan, tanpa menyampingkan tantangan sosial-politik yang dihadapinya sepanjang karier. Kesadaran akan dimensi kemanusiaan dalam birokrasi ini menjadi salah satu benang merah yang memperkaya pengalaman membaca.

Tags
beritaTerkait
PDI Perjuangan Binjai Gelar Pendidikan/ Orientasi Politik Dan Fit ProperTest Bagi Calon Ketua Ketua PAC PDI-P Sekota Binjai .
Puskesmas Sentosa Baru Dan KUA Medan Perjuangan Salurkan Donasi Bantuan ke Aceh Tamiang
RE Nainggolan: "Tujuan Akhir Pengelolaan Geopark adalah Kelestarian kawasan dan Kesejahteraan Masyarakat"
Tagih Utang Berujung Dikeroyok, Polisi Ringkus Satu Pelaku di Medan Perjuangan
Plt Kadis SDABMBK Dampingi Wakil Wali Kota Tinjau Kondisi Jalan di Kecamatan Medan Perjuangan
Camat Medan Perjuangan Resmikan Pos Kamling Estetik di Kelurahan Sei Kera Hilir I
komentar
beritaTerbaru