Viral Plat Mobil BK 54 NGE, Begini Kata Polrestabes Medan
POSMETRO MEDAN Viral di media sosial (medsos), satu unit mobil menggunakan plat tidak seperti biasanya. Dilihat dari video yang dibagikan,
Viral 22 menit lalu
POSMETRO MEDAN- Registrasi biometrik nomor seluler diberlakukan secara penuh mulai 1 Juli 2026 untuk setiap aktivasi nomor baru.
Langkah ini sejalan dengan transformasi digital yang tidak hanya membutuhkan konektivitas yang cepat, tetapi juga identitas digital yang aman dan terpercaya.
Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital menjelaskan kebijakan ini hadir untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus melindungi masyarakat dari maraknya penipuan digital, spam call, phishing, hingga penyalahgunaan nomor seluler dengan identitas palsu.
Baca Juga:
"Seluruh operator seluler kini telah menyelesaikan penyesuaian sistem untuk penerapan registrasi biometrik secara nasional mulai 1 Juli 2026 melalui gerai layanan, aplikasi, maupun situs resmi masing-masing operator," jelasnya dalam Konferensi Pers Update Kebijakan Biometrik di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
Baca Juga:
Edwin menjelaskan registrasi biometrik ini menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk mencocokkan identitas pelanggan dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.
Proses tersebut dirancang lebih praktis, cepat, dan aman dibandingkan metode registrasi sebelumnya.
"Registrasi biometrik merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ruang digital yang lebih aman dan terpercaya. Dengan identitas pelanggan yang tervalidasi, masyarakat diharapkan semakin terlindungi dari berbagai modus penipuan berbasis nomor seluler," ujarnya.
Selama beberapa tahun terakhir, ruang digital Indonesia dihadapkan pada berbagai persoalan seperti spam call, phishing, penyalahgunaan one-time password (OTP), hingga penggunaan kartu SIM anonim untuk aktivitas ilegal.
Edwin memaparkan banyaknya nomor seluler terdaftar menggunakan identitas palsu atau data milik orang lain.
Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) hingga April 2026, total dana korban kejahatan siber yang dilaporkan mencapai Rp9,5 triliun.
"Selama ini pelaku kejahatan digital memanfaatkan kelemahan validasi identitas untuk menggunakan nomor seluler secara anonim. Dengan registrasi biometrik, penggunaan identitas palsu akan semakin sulit sehingga membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi masyarakat," tegasnya.
Selain memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada masyarakat, registrasi biometrik juga diyakini akan mendorong terciptanya industri telekomunikasi yang lebih sehat.
Basis data pelanggan menjadi lebih akurat, penggunaan SIM card ilegal dapat ditekan, serta kualitas pelanggan aktif menjadi lebih baik sehingga operator dapat melakukan investasi jaringan secara lebih efisien dan tepat sasaran.
Kementerian Komdigi memastikan proses registrasi biometrik tetap mengedepankan perlindungan data pribadi.
Data biometrik tidak disimpan oleh operator seluler maupun Kementerian Komdigi.
"Verifikasi wajah hanya digunakan untuk proses pencocokan identitas dengan basis data Dukcapil. Operator seluler berperan sebagai kanal verifikasi, bukan sebagai penyimpan data biometrik pelanggan," ungkap Edwin.
Selian itu, pelaksanaan registrasi biometrik juga telah menerapkan standar keamanan internasional, termasuk ISO 27001 serta teknologi liveness detection sesuai standar ISO/IEC 30107-3 guna memastikan keamanan sistem dan mencegah penyalahgunaan identitas digital.
Sejak awal 2026, pemerintah bersama operator seluler telah melakukan uji coba registrasi biometrik di sejumlah gerai layanan.
Hasil pengujian menunjukkan proses registrasi berjalan lebih efisien, aman, dan mendukung peningkatan validitas data pelanggan.
Pemerintah juga mendorong pelanggan eksisting yang telah melakukan registrasi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga sebelum 1 Juli 2026 untuk melakukan registrasi ulang biometrik secara sukarela.
"Melalui registrasi biometrik, pelanggan dapat memanfaatkan fasilitas pengecekan nomor yang terdaftar atas identitasnya sekaligus meminta pemblokiran terhadap nomor yang terindikasi terdaftar secara tidak sah," ujarnya.
Edwin menegaskan bahwa registrasi biometrik bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan dalam ekosistem digital nasional.
"Kepercayaan adalah fondasi utama ekonomi digital. Dengan identitas nomor seluler yang lebih aman dan terpercaya, masyarakat dapat beraktivitas dan bertransaksi digital dengan lebih tenang, sementara industri telekomunikasi dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan," pungkasnya.(***)
POSMETRO MEDAN Viral di media sosial (medsos), satu unit mobil menggunakan plat tidak seperti biasanya. Dilihat dari video yang dibagikan,
Viral 22 menit lalu
POSMETRO MEDANDewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPC GRIB) Jaya Kota Medan kembali menggelar aksi sosial rutin bertaju
Medan 45 menit lalu
Polres Karo bersama Unit Reskrim Polsek Berastagi mengungkap kasus tindak pidana pencurian.
Peristiwa satu jam lalu
5 Supplier Diperiksa di Sidang Waterfront City, PH Tidak Relevan dan Tidak Efisien.
Medan 2 jam lalu
5 Supplier Diperiksa di Sidang Waterfront City, PH Tidak Relevan dan Tidak Efisien.
Medan 2 jam lalu
Melihat dari Dekat Sosok Brigjen Pol. Dr. Yade Setiawan Ujung, S.H., S.I.K., M. Si
Profil 2 jam lalu
Viral Video Kepala Sekolah 21 Detik, Rupanya Hubungan Terlarang Itu Dilakoni 2 Kali Seminggu
Viral 3 jam lalu
Kapoksahli Pangdam I/BB Hadiri Rakor Lintas Instansi Bahas Hak dan Kesejahteraan Veteran.
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang siap mendukung proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Medan Raya ya
Medan 10 jam lalu
Rumah Kosong Terbakar di Jalan Talawi Medan, Dua Unit Damkar dan Polisi Sigap Amankan Lokasi.
Peristiwa 18 jam lalu